Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Bantu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Terdampak Covid-19 di NTB Program Hj.Selly dan Kafegama NTB Diatensi Gubernur BI

49

MATARAM, DS – Virus corona (Covid-19) yang merebak di Indonesia sejak awal Februari lalu tidak hanya berdampak serius pada kesehatan masyarakat, namun juga mengancam stabilitas ekonomi di Indonesia, termasuk di NTB.  Bahkan, ekonomi nasional diprediksi dapat masuk ke dalam skenario terburuk selama masa pandemi ini.

Oleh karena itu, akselarasi dalam menumbuhkan inovasi serta kepedulian para pihak sangat diperlukan guna membantu masyarakat yang lemah dalam situasi sulit ini

Terkait hal itu, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika Gadjah Mada (Kafegama) Cabang NTB telah melakukan berbagai upaya guna membantu masyarakat yang terdampak pademi Covid-19 di NTB. Salah satunya dengan telah berjalannya, pelatihan tanaman hidroponik bagi masyarakat di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Tekad kami adalah bagaimana masyarakat bisa sejahtera dengan tentu penghasilannya meningkat. Makanya, Kafegama berkomitmen mengadakan pelatihan yang bersifat membantu penghasilan masyarakat guna membantu mereka bisa sejahtera,” ujar


Ketua Umum Kafegama NTB Hj. Putu Selly Andayani saat tampil sebagai pembicara dalam webinar talkshow ekonomi NTB bertajuk “Kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB di Masa Kenormalan” pada Senin (14/7) malam.

Mantan Kepala Dinas Pedagangan NTB itu mengaku, pada kegiatan talkshow Kafegama yang juga mengundang Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo selaku Ketum Kafegama Indonesia itu.

Selly menuturkan, faktor yang membuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa bertahan dalam kondisi ekonomi yang krisis, termasuk pandemi Covid-19. Salah satunya, UMKM mampunmenghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, pendapatan masyarakat yang merosot ketika krisis ekonomi terjadi tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan UMKM.

“Kondisi ini berbeda dengan kondisi usaha skala besar yang justru bertumbangan saat krisis terjadi,” katanya saat dikofirmasi wartawan melalui pesan whatsappnya, Selasa (14/7). “Makanya saat menjabat Kadis Perdagangan NTB intensitas pembinaan UMKM saya fokuskan pada penguatan mereka agar bisa menembus pasar digital melalui I-Shop yang telah kita juga luncurkan membantu memasarkan produk UMKM,” sambungnya.

Menurut Hajjah Selly, UMKM malah bisa tetap mampu bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, Kafegama NTB melalui Kafegama Academy pada programnya memilih pelatihan hidroponik, lantaran pertanian hidroponik merupakan sebuah contoh dan solusi pertanian di perkotaan.

“Kafegama NTB hadir memberikan solusi kepada masyarakat perkotaan, dengan cara melatih generasi milenial perkotaan untuk menjadi petani kota. Nah, kami sudah memulai pelaksanaan yang pertama kita mulai dari Dasan Cermen beberapa waktu lalu. Dan, Alhamdulillah, program ini terus berkembang dan menjadi penopang ekomomi keluarga ditengah situasi ekonomi yang sulit saat ini,” jelasnya.

Ketum Kafegama Indonesia Perry Warjiyo mengatensi gagasan dan program yang sudah dikembangkan Kafegama NTB dibawah kepemimpinan Hj. Putu Selly Andayani.

 “Jujur, sebagai ketua alumni saya bangga. Pokoknya aktifitas Kafegama NTB top markotop. Terus Bu Selly dijalankan program kerakyatan yang menyasar masyarakat miskin di Kota Mataram dan NTB karena itu yang sangat sukai,” ujar Perry yang juga Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Achris Sarwani mengungkapkan bahwa NTB belum terdampak dari sisi ekonomi oleh Covid-19 ini. Kata dia, Provinsi NTB masih bisa tumbuh 3,19% di quarter 1, dibandingkan tahun sebelumya yang hanya tumbuh 1,70%.

Menurut Achris, NTB berada di angka yang lebih tinggi dari angka nasional yang berada pada angka 2,97%. Selanjutnya Achris menjelaskan dampak gempa lebih berat dibandingkan dengan dampak dari Covid-19.

“Karena kita terkena secara fisik dan kita juga harus menyelesaikannya secara fisik,” tandasnya. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.