Berbagi Berita Merangkai Cerita

Bangun Kantor dengan Iuran Sukarela, Bupati Djohan Puji Soliditas PDIP KLU

85

FOTO. Ketua Badan Kehormatan DPD PDI Perjuangan NTB, Raden Nuna Abriadi (tiga kanan) bersama Bendahara DPD PDIP NTB Edy Sukmono (dua kanan) dan Bupati KLU Djohan Syamsu (dua kiri) saat menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan kantor DPC PDIP KLU. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) punya kantor baru di di Dusun Telok Dalem, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Menariknya, dana pembangunan gedung partai dengan kontruksi dua lantai itu, dikumpulkan kader-kader PDI Perjuangan dan Fraksi DPRD setempat secara sukarela.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang diwakili Ketua Badan Kehormatan DPD PDI Perjuangan, Raden Nuna Abriadi, saat meletakkan batu pertama pembangunan kantor bersama Bupati KLU H. Djohan Syamsu, Sabtu (11/9), mengatakan, pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan KLU tersebut, dilakukan secara sukarela,

Pihaknya, tetap membuka pintu bagi pihak diluar kader partai untuk berkontribusi pada pembangunan kantor tersebut. Terlebih, kemanfaatannya kantor DPC PDI Perjuangan KLU, selain sebagai tempat bekerja para kader, juga dihajatkan untuk menampung seluruh aspirasi rakyat.

“Kita targetkan, pembangunan kantor ini selesai tahun depan. Memang semua pembiayaan kantor ini, murni dari urunan sukarela sepenuhnya para kader partai. Tapi, jika ada pihak yang ingin membantu, kita perkenankan tapi jumlahnya kita batasi,” tegas Raden Nuna Abriadi.

Anggota DPRD NTB dapil II (Lombok Barat dan KLU) ini menegaskan, fungsi kantor DPC PDI Perjuangan, bukan hanya untuk kerja politik kader. Namun, pihaknya berkeinginan agar bisa menampung seluruh aspirasi rakyat, mulai dari keluhan hingga harapan.

Apalagi, lanjut dia, khusus di KLU, PDI Perjuangan selalu sukses memenangi dua kali perhelatan Pilkada.

“Jadi kantor ini, nantinya kita jadikan awal dari perjuangan meniti cita-cita untuk Lombok Utara. Ini karena ekspektasi masyarakat KLU selalu berharap pada figur kepala daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan saat konstestasi Pilkada,” kata Nuna.

Politisi asal Tanjung, KLU itu meminta para kader PDI Perjuangan di wilayahnya, untuk terus melakukan konsolidasi partai secara masif manakala kantor partai telah terbangun.

Selain itu, Raden Nuna, melarang keras para kadernya untuk menebar gosip diluaran. “Fungsikan kantor partai untuk begosip yang positif. Yakni, adu argumen dan berdebat yang dapat membuat perubahan demi kemajuan rakyat,” ujarnya.

Terkait mutasi yang dilakukan Bupati KLU yang notabenenya diusung oleh partainya. Raden Nuna menuturkan, jika pelaksanaan mutasi pejabat merupakan hak prerogatif kepala daerah.

Menurut dia, posisi PDIP tetap komit berada di pihak pemerintah dan mengawal kebijakan daerah hingga terwujudnya visi dan misi Djohan-Danny tuntas lima tahun kedepannya.

“Saya tegaskan, PDIP enggak pernah merecoki Bupati dan Wakil Bupati KLU. Pandangan saya mutasi itu normal-normal saja, apanya yang salah dan diributkan oleh berbagai pihak. Disini, saya ajak kita semuanya untuk Arif berfikir, kan pemerintahan Djohan-Danny masih panjang jalannya. Wajarlah, kalau mutasi pejabat itu untuk mengembalikan fungsi dan eselon para pejabatnya, yakni dari pejabat struktural ke fungsional dan begitupun juga sebaliknya,” jelas Raden Nuna Abriadi.

Sementara itu, Bupati KLU H. Djohan Syamsu menilai, baru PDI Perjuangan di wilayahnya yang memiliki kantor partai di lahan sendiri dan bangunannya permanen. Padahal, Bupati yang juga Ketua DPC PKB tersebut, mengaku, malah masih sewa untuk memiliki kantor partai.

“Kantor DPC PDI Perjuangan di Medana ini jadi contoh partai manapun di KLU untuk bisa eksis melakukan kerja-kerja politik. Wajarlah kita doakan, supaya pembangunannya lancar. Nantinya, kantor ini jadi model parpol di KLU, termasuk saya selaku ketua partai juga perlu mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh PDI Perjuangan. Ini karena, kantor partai saya malah juga masih menyewa,,” ujar Djohan berkelakar.

Pada kesempatan itu. Bupati dua periode itu mengungkapkan, nostalgia perjuangan saat pilkada lalu. PDIP selaku lokomotif perjuangannya, merupakan mitra koalisi yang menjadi panutan parpol pendukung Djohan-Danny selama ini.

“Para kader PDIP itu kalau sudah berjuang, mereka ikhlas, solid dan tidak henti-hentinya kadernya jalan setiap saat dan waktu mengkampanyekan Djohan-Danny. Disini, saya berharap, PDIP tetap solid mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahannya hingga lima tahun kedepannya,” jelas Djohan.

“Bismillah, Pak Raden Nuna dan kader PDIP KLU, saya menyumbangkan 100 zak semen secara ikhlas untuk memperlancar pembangunan kantor ini. Minimal tambahan ini, dapat membantu tercapai misi partai kedepannya,” sambungnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.