A place where you need to follow for what happening in world cup

Bang Zul Digadang Berangkat ke Level Nasional sebagai Capres

218

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat bertemu dengan Ketua DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta.

MATARAM, DS – Sejumlah lembaga survei nasional memasukkan Gubernur NTB Zulkieflimansyahsebagai salah satu figur Kepala Daerah yang potensial menjadi kandidat bakal calon Presiden/Wakil Presiden tahun 2024 mendatang.

Gubernur NTB yang merupakan kader PKS itu menanggapinya dengan santai. Sebagai seorang kader partai politik, menurutnya, bukan suatu hal yang mustahil dan luar biasa jika dirinya bersama sejumlah tokoh-tokoh lainnya digadang-gadang sebagai kandidat balon Capres/Cawapres.

“Kan, kalau yang lain-lain saja gak punya partai berani, artinya itu bukan sesuatu yang mustahil juga. Tapi kita bukan kebelet atau ngotot juga, artinya kalau nama kita diperhitungkan, ya sah-sah saja. Jadi Capres dan Cawapres itu bukan hal yang terlampau mewah juga buat kita itu biasa saja,” ujar Bang Zul dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya, Kamis (22/4).

Menurut Gubernur NTB, partainya harus menyiapkan berbagai strategi dalam menghadapi pemilu legislatif tahun 2024 yang digelar serentak dengan Pilpres. Salah satunya dengan mulai menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk diturunkan dalam Pileg maupun Pilpres.

Apalagi, lanjut dia, PKS tentu tidak akan main-main dalam kontestasi Pemilu kedepannya. Sehingga, PKS akan serius supaya partai ini juga diperhitungkan.

“Semua partai akan realisitis saja, karena pemilu legislatif dan Pilpres itu bersamaan. Semua partai nanti berusaha menampilkan calon-calonnya itu bukan sekedar ingin memenangkan pilpres tetapi untuk menyelamatkan suara Pileg,” kata Bang Zul.

Ia mendaku, berkaca dari pengalaman Pemilu 2019 yang lalu dimana pileg dan pilpres digelar serentak. Partai politik yang kadernya tampil menjadi Capres/Cawapres memberikan keuntungan elektoral bagi penumbuh suara di pileg.

“Dulu yang panen (Suara Pileg) Gerindra dan PDIP karena punyak calon (Presiden). Nah sekarang kita juga, siapa yang kenal calon Gerindra di satu Kabupaten tapi dapat kursi karena ada Prabowo sebagai Capresnya,” tegas Bang Zul.

Terkait dengan kansnya untuk tampil sebagai Capres/Cawapres di pilpres 2024. Bang Zul mengaku dirinya sangat optimis semua orang punya peluang yang sama termasuk dirinya meskipun berasal dari daerah dengan basis suara yang kecil sekalipun.

“Banyak tokoh kita yang bisa, contoh ada TGB, Hamdan Zulfa, Fahri Hamzah, Din Syamsudin. Jadi jangan kerdilkan tokoh-tokoh kita dalam kolam yang kecil. Jadi biasakan, sehingga orang mengatakan orang NTB itu jadi capres itu biasa aja, bukan hal yang wow gitu, biasa aja, jadi kita harus terbiasa berpikir begitu,” jelasnya.

“Sehingga kenapa kita sekolahkan orang ke luar negeri itu supaya mereka melihat itu biasa, ndak melihat itu hebat. Bagaiamana alam sadar kita tidak diciptakan untuk membiasakan hal yang besar,” sambung Bang Zul.

Ia lantas mencontohkan figur Anies yang juga digadang-gadang sebagai capres karena memiliki jejak latar belakang pernah jadi aktifitas mahasiswa yakni Ketua senat UGM, kemudian Gubernur Jakarta sekarang. Menurutnya apa bedanya dengan tokoh-tokoh NTB lainnya yang juga memiliki reputasi politik yang cukup baik dipanggung politik nasional.

“Kita juga pernah jadi ketua senat UI, jadi Gubernur juga gitu. Jadi bukan hal yang mewah-mewah juga, semua itu adalah teman. Saya tiga periode di DPR dan dikenal banyak orang. Jadi maksud saya itu, orang NTB jadi Capres dan Cawapres itu bukan hal yang terlampau mewah juga, buat kita itu biasa saja,” tandas Gubernur Zul. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas