Balai POM Mataram Gelar Kampanye Keamanan Pangan

Pembinaan dan kampaye keamanan pangan kepada pedagang kaki lima

Mataram,DS-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan pembinaan dan kampaye keamanan pangan kepada pedagang kaki lima terkait pangan siap saji di Kota Matam. Jumat (16/12/2022).

Acara yang dibuka, Asisten I Sekda Kota Mataram, Lalu Martawang, dihadiri Dra.I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. Apt (Kepala Balai BPOM Mataram), Aspun Bahri,SKM (Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Mataram), Ketua APKLI Kota Mataram, dan PKL se Kota Mataram.

Kepala BBPOM Mataram, Dra.I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.,Apt, menyampaikan permasalahan keamanan pangan saat ini cukup banyak, di antaranya masih ditemukannya pangan tanpa izin edar, pangan kadaluwarsa, penggunaan bahan yang dilarang dalam pangan seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, serta cemaran mikroba yang melebihi batas..

“Potensi resiko keamanan pangan yang mungkin terjadi di setiap rantai pangan memerlukan upaya secara komprehensif dan terus menerus agar pangan tetap aman dan bermutu,” katanya

Gusti Ayu mengatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan menyebutkan bahwa keamanan pangan di sepanjang rantai pangan merupakan tanggung jawab bersama. Menurut UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan, pembinaan keamanan pangan perlu dilaksanakan baik pada tingkat individu maupun pada maupun pada tingkat masyarakat melalui upaya konsisten sehingga pangan yang aman, bermutu dan bergizi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Peningkatan kesadaran pentingnya keamanan pangan perlu diberikan kepada komunitas Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) karena menyediakan pangan siap saji bagi masyarakat banyak. Sehingga, pangan yang aman, bermutu dan bergizi dapat dikonsumsi oleh masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan keamanan pangan siap saji perlu dilakukan pembinaan kepada komunitas PKL Pangan Siap Saji di Kota Mataram agar dapat menyiapkan/ mengolah serta menyediakan pangan sesuai dengan prinsip keamanan pangan dan masyarakat dapat mengkonsumsi pangan yang aman dan dapat menurunkan risiko terkena penyakit.

Ada 100 perserta dari pedagang kaki lima yang diberikan pembinaan. Diharapkan, dengan pembinaan ini dapat mengurangi atau menghilangkan terjadinya kasus keracunan pangan atau KLB keracunan akibat pangan. md

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.