Berbagi Berita Merangkai Cerita

Bakar Ban, Puluhan Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law di DPRD NTB

24

/FOTO. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi M. Comm saat menemui puluhan pengunjuk rasa yang melakukan aksi demo di depan kantor DPRD setempat, kemarin. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Aspirasi Rakyat (Aparat) menggelar unjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Massa beraksi di depan gedung DPRD NTB

Pantauan wartawan pada Senin (12/10), massa terlihat lebih sedikit bila dibandingkan aksi pertama pada Kamis (8/10) dan Jumat (9/10) lalu. Dalam demo hari ini, polisi mengerahkan ratusan personel bersenjata lengkap untuk mengamankan aksi.

“Kami dari Aliansi Pejuang Aspirasi Rakyat (Aparat) menolak UU Omnibus Law cipta kerja, kami juga meminta DPRD NTB untuk secara bersama-sama menolak Omnibus Law,” ujar Korlap Rusman Taqwa dalam orasinya, kemarim

Hingga pukul 14. 42 WITA, mahasiswa masih melakukan aksi menunggu pernyataan sikap tertulis dari DPRD NTB tentang penolakan terhadap undang-undang Omnibus Law. Massa berorasi sambil membakar ban bekas dan meneriakkan kata-kata hujatan kepada DPRD setempat.

Beruntung aparat masih mampu meredam puluhan massa aksi tersebut.

Wakil Ketua DPRD NTB H. Mori Hanafi M. Comm saat menemui para pengunjuk rasa mengatakan, jika DPRD NTB melalui Ketua DPRD setempat telah merespon tuntutan para pengunjuk rasa.

Dimana, kata politisi Gerindra itu, DPRD NTB melalui surat bernomor 007/772/DPRD/2020 tertanggal 8 Oktober 2020 telah bersurat ke Presiden Joko Widodo agar RUU Omnibus Law Cipta Kerja perlu dipertimbangkan.

Sebab, telah menimbulkan berbagai gejolak di lapisan masyarakat yang dapat berakibat instabilitas daerah. Terlebih, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak serta ditengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19.

“Jadi, karena sudah DPRD NTB bersikap resmi merespon tuntutan pengunjuk rasa. Masak lagi kami dipaksa mengirimkan surat lagi. Jadi ya cukup yang kemarin saja,” ungkap Mori.

Mori meminta para pengunjuk rasa sebaiknya membubarkan diri, lantaran akibat aksi unjuk rasa sejak pukul 09.00 Wita, para pengguna jalan di wilayah jalan Udayana terganggu.

Mengingat, aparat kepolisian telah menutup satu ruas dari dan menuju ke kantor DPRD NTB. “Sebaiknya, adek-adek balik ke kampusnya masing-masing. Ini sudah siang dan menjelang sore, kasihan para pengguna kendaraan umum terganggu aktifitasnya,” tandas Mori.

“Ingat, saya juga sudah penuhi tuntutan untuk datang menemui adek-adek semua plus saya juga membacakan aspirasinya. Ayo balik pulang ya,” tandas Mori.

Setelah mendengar penjelasan dan permintaan Mori Hanafi, puluhan massa aksi mulai membubarkan diri pada sekitar pukul 15.30 WITA. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.