Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Baihaqi Prihatin RTH Pemkot Mataram di Pagutan Tak Terkelola dengan Baik

0 5

MATARAM, DS – Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Pagutan Timur yang dilakukan Pemkot Mataram yang kini tidak terawat, menuai keprihatinan bakal calon wakil walikota Mataram, H. Baihaqi. Menurut dia, bangunan yang dibangun dari APBD Kota Mataram sejatinya sangat baik bagi masyarakat. Namun, peruntukkannya justru tidak dikawal. Akibatnya, kini kondisinya terkesan tak terawat.

“Sepintas kalau kita ke sana, seperti tidak ada aktivitas apapun. Sangat disayangkan bangunan RTH yang dibangun dari uang rakyat tapi enggak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Baihaqi menjawab wartawan, Jumat (13/12).

Ia menuturkan, RTH Pagutan menyimpan potensi sebagai wahana keluarga. Di lahan tersebut ada beragam tanaman hortikultura seperti bunga-bunga, cabe, dan beragam sayuran. Namun sayangnya, belum dioptimalkan dengan baik.

Baihaqi yang memiliki latar belakang arsitektur ini mengurai, kehidupan di Kota Mataram cukup dinamis, sementara wahana berkumpul keluarga ataupun wisata terbatas. “Hal ini membuat ruang hiburan di kota terpusat di pusat perbelanjaan. Kalau wahana keluarga yang dekat dengan alam sekaligus menjadi media belajar anak,” ungkapnya seraya memaparkan bila menyisir sudut-sudut di Kota Mataram sejatinya sudah dibangun ruang-ruang terbuka mulai dari RTH Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, ataupun Pantai Ampenan. Namun, belum dibarengi sentuhan wahana tematik. “Kalau ahli-ahli itu paham. Di ruang terbuka apa saja yang menarik, atau bila perlu meminta masukan publik,” ucap Baehaqi.

Ia menyebut, jika konsep-konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram tidak memikirkan ruang-ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme. Antara pemerintah dan warga berjalan masing-masing. “Warga jenuh, mikirnya pemerintah ini begini-begini saja. Tidak ada hal baru,” tandasnya.

Ketika hal itu terjadi, tambahnya, pendudukan kota mengabaikan daerahnya. Cuek dengan urusan kebersihan, khususnya sampah. Tidak peduli dengan kondisi sungai dan drainase. Sampai merusak fasilitas umum yang dimiliki pemerintah.

“Ya, bagaimana lagi kalau sudah tak sejalan dan merasa diabaikan. Itu pentingnya merangkul warga kota,” kata Baehaqi. RUL

Leave A Reply