A place where you need to follow for what happening in world cup

Bagik Nyaka Santri; Desa Santri, Penjahit dan Bordir

20

Abdul Majid (baju kuning) dan anak di tempat menjahit (Foto : Kusmiardi, Kamis 23/9/2021).

SELONG, DS -Disamping dikenal sebagai desa agraris, Desa Bagik Nyaka dikenal sebagai Desa Santri yang diwarnai dengan banyaknya Ponpes dari berbagai organisasi seperti halnya As Sunnah, Al-Manan, dan Hidayatul Islamiyah. Selain itu banyak warganya yang berprofesi sebagai tukang jahit dan bordir.

Bahrudin, Kades Bagik Nyaka Santri Kecamatan Aikmel Lotim, Kamis (23/9/2021) menyampaikan terkait potensi desa yang dipimpinnya itu. Kata dia, Desa Bagik Nyaka Santri merupakan desa yang kaya dengan nuansa religi. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas para santri dan pengajian dari para ustadz dan Tuan Guru dari masing-masing Ponpes.

Diketahui bahwa dalam kurun waktu 1980 an, menjahit manual (dengan mesin jahit merk buterfly) merupakan profesi berikutnya (masyarakat Bagik Nyaka) setelah bertani-beternak dan berdagang,

“Para penjahit di Desa Bagik Nyaka Santri saat ini makin maju karena mesin jahit yang dipakai merupakan mesin jahit modern (yang digerakkan dengan listrik ditambah dengan mesin bordir). Meski antaranya masih ada mesin jahit tradisional merk buterfly yang dioperasikan dengan kaki,” papar Bahrudin.

Sementara itu, Abdul Majid, seorang penjahit di Desa Bagik Nyaka Santri menyampaikan pengalamannya sebagai penjahit (sebagai bagian dari pengrajin Seni-Budaya). Pekerjaan menjahit telah dilakoninya sejak remaja, yang didapatkan dari orang tuanya secara turun temurun. Profesi sebagai penjahit telah banyak memberikan manfaat bagi diri, keluarga dan orang lain.

“Alhamdulillah, dari pekerjaan menjahit kami sekeluarga dapat membangun rumah, biaya hidup, biaya pendidikan anak-anak. Selain dibantu oleh istri dan anak, dibantu juga oleh tenaga dari masyarakat setempat. Disamping itu kami dibantu oleh 5 orang tenaga bordir dari masyarakat,” kata Abdul Majid.

Jenis pakaian yang dijahit seperti seragam sekolah, seragam dinas/kantor, persatuan, umum, dan lainnya. “Baju kaos, olah raga, seragam sekolah, mukena, jaket, jas. Kita mengerjakan sesuai pesanan, yang datang tidak saja dari wilayah setempat, bahkan baru-baru ini datang dari Sumbawa, Kalimantan hingga Sulawesi,” lanjut Abdul Majid, sembari berharap adanya binaan dari pemerintah dan pihak terkait (Kus).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas