Berbagi Berita Merangkai Cerita

Audiensi LPA dengan Sekda NTB

78

Ketua LPA NTB, H.Sahan SH, menyerahkan buku yang diterbitkan LPA kepada Sekda NTB HL Gita Ariadi

MATARAM,DS-Perintis dan jajaran pengurus Lembaga Perlindungan  Anak (LPA) NTB melakukan audiensi dengan Sekda NTB, Jumat (2/7). Audiensi berkenaan dengan kiprah LPA serta penguatan kelembagaan dalam program perlindungan anak. Hadir diantaranya perintis LPA NTB, Hj.Kerniasih Mudjitahid, Ketua LPA NTB H.Sahan SH beserta sekretaris Sukran Hasan, Dr.Ani Suryani dan Ritawati Siregar.

Hj.Kerniasih dalam kesempatan itu bercerita awal mula LPA didirikan tahun 2002 menyusul banyaknya banyak kasus kekerasan terhadap anak.  “Semula tak berani karena tak punya ilmu,” ujar Kerniasih. Karena dorongan pihak lain, Kerniasih akhirnya berhasil menjalankan berbagai program perlindungan anak yang didukun Unicef.

Ia pun menceritakan perkembangan LPA NTB selanjutnya yang menerima respon positif dari sejumlah lembaga penyandang dana. Bahkan lembaga ini dinilai memiliki posisi yang cukup istimewa dibanding yang lain karena menjalankan program yang lebih dari target. Karena itu, LPA pun menerima beberapa penghargaan. Selain dari Menteri Sosial juga dari Gubernur NTB.

Ketua LPA NTB, H.Sahan SH, memaparkan beberapa program yang dijalankan seperti pencegahan perkawinan anak, kekerasan terhadap anak, pemenuhan adminduk warga hingga progam Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI). Namun, tahun 2021 LPA NTB tidak menerima dukungan anggaran dari Pemprov NTB. Ia berharap Sekda mendorong pemenuhan anggaran ditahun 2022 mendatang.

Hal serupa juga sudah disampaikan kepada Wagub NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah di pendopo Wagub ketika audiensi LPA sebelumnya. Bahkan Wagub heran tidak adanya anggaran dari APBD setempat dibalik kiprah LPA yang berkontribusi dalam perlindunga anak.

Sekda NTB, Drs.HL Gita Ariadi mengapresiasi kiprah  luar biasa LPA. Apalagi ditengah Covid 19, beban berat muncul disebabkan kasus-kasus anak juga mencuat. isisi lain, anggaran dari APBD tidak diperoleh. “Ini kerja mulia untuk anak anak. Kita tumbuhkan rasa harapan,” katanya seraya siap membantu program LPA.

Ia mengatakan di lembaga seperti LPA harus ada yang menghibahkan diri. “Insyaallah sajadah panjang. tak hanya bersujud di masjid. Kerja sosial seperti ini harus didukung,” cetusnya. “Mudahan LPA dengan jejaring yang ada bisa berbuat lebih baik bagi daerah dan anak anak,” tambah Gita.

pada kesepatann itu diserahkan pula sejumlah buku yang diterbitkan LPA NTB diantaranya Khotban Jumat Perlindungan Anak, Mencari kembali Orang-orang yang Hilang dan Pedoman Restorative Justice. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.