Berbagi Berita Merangkai Cerita

Atlet Esport Jangan Sampai Dimanfaatkan Negara Besar

19

Ketua Esport Indonesia NTB, Wahyudi foto bersama Ketua KONI NTB, Ketua Kontingen PON Papua, Kadispora dan atlet Esport NTB yang juara Indonesia Timur, juara nasional dan internasional.

MATARAM,DS – Ketua Umum Esport Indonesia NTB, Ir Wahyudi Adisiswanto MSI, mengutip pakar futuristik tahun 80-an, Alvin Toffler, ada 3 gelombang di dunia ini maaing-masing gelombang agraris, gelombang industri dan sekarang memasuki gelombang informasi. Teknologi mempercepat arus informasi dizaman ini yang perlu diwaspadai ada culture shock, dimana manusia tidak siap menghadapi budaya baru.

‘’Tapi culture shock masih mending karena orang bisa beradaptasi menghadapi budaya baru. Yang bahaya ada namanya culture lag, itu kesenjangan budaya dimana manusia tidak siap mengatasi masuknya budaya baru,’’ ujarnya saat halal bi halal pengurus Esport Indonesia se NTB di Hotel Aton Mataram, Jumat malam (28/5).

Sebagai dinas rahasia atau pendukung kebijakan pemerintah (policy support), BIN (Badan Intelejen Negara) hadir memberikan wadah supaya tidak gampang terpengaruh budaya lain. Agar tidak dimanfaatkan negara besar asing, ‘’maka segera kita wadahi. Maka, itu mengapa fungsi BIN berperan dalam perkembangan esport, itu satu,” katanya.


Kedua, kata Wahyudi, di Amerika, Departemen Pertahanan Amerika memanfaatkan anak-anak atau jago jago penghobby ini untuk kepentingan negara, kepentingan Amerika. ‘

’Yang ketiga tentu ada semacam perhitungan materi atau finansial yang menguntungkan dalam bisnis esport ini. Tapi yang pertama adalah persoalan budaya yang kita wadahi karena mungkin bukan zaman saya dan mungkin juga bukan zaman Pak Mori juga tapi zaman anak-anak kita,’’ ungkapnya seraya.mengaku pernah membina 150 hacker yang awalnya pemain game.

’Jadi anak pintar ini perlu tersalurkan dan harus ada semacam kompetisi yang sifatnya apresiasi kemampuan mereka masing-masing,’’ jelasnya.

Kembali ke halal bi halal, kata pengurus dan atlet esport Indonesia Daerah NTB ini, merupakan ajang silaturrohim.

‘’Perkembangan intelektual yang on the track. Tidak kemana-mana, tidak dimanfaatkan politik, tidak dimanfatkan negara besar, jadi kita wadahi dan profesional,’’ jelasnya.

Ketua KONI NTB, H Andy Hadiyanto, mengharapkan atlet Esport NTB bisa mengibarkan bendera merah putih di kancah Internasional. ‘

’Atlet Esi adalah volunter olahraga untuk bangsa Indonesia. Saya beberapa kali merasakan sendiri Pak Ketua, ketika merah putih dikibarkan oleh anak-anak NTB, masyaAllah bergetar dada ini , menangis kita haru, ketika Bagus juara Asian Games, kemudian Mariyati juara dunia, Hindaresta juara dunia kemudian Zohri kemarin juara dunia,’’ ujarnya.

“Saya yakin generasi muda yang menggeluti olaharga Esi akan juga berprestasi membanggakan bangsa ini,’’ kata Andy disambut tepuk tangan meriah.

Terkait PON di Papua, lanjut dia. kemungkinan Esi akan menjadi pertandingan ekshibishi. ‘’Insyaallah kalian akan berjaya untuk PON Papua besok, sehingga bisa mewakili Indonesia di internasional,’’ harapnya disambut tepuk tangan lagi.


Ketua Kontingen PON NTB, Mori Hanafi mengaku sangat senang bisa hadir dalam halal bi halal pengurus dan atlet Esport NTB ini. Mori kemudian menceritakan saat kuliah di Australia yang unggul dalam perdagangan dan IT tidak ada mata kuliah tentang e-commerce yang mewabah dan cepat seperti sekarang.

Ia memprediksikan olahraga esport kedepan semakin banyak penggemarnya dan bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

Kadispora NTB, Drs H Surya Bahari menyampaikan salam Gubernur dan esport NTB maju serta berprestasi di tingkat nasional.


Pada kesempatan itu digelar juga talkshow tiga atlet, salah satunya Mely, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang sudah meraih juara di tingkat nasional dan Internasional. Pun dua atlet lainnya pernah menjuarai kompetisi di tingkat internasional, nasional dan Indonesia Timur. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.