Berbagi Berita Merangkai Cerita

Aspirasi Rakyat Lewat Dana Pokir Tak Dicairkan, DPRD NTB Ogah Bahas APBD 2021

225

FOTO. Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah didampingi Wakil Ketua DPRD setempat saat menerima draf sambutan Gubernur NTB terhadap tiga buah raperda prakarsa eksekutif yang disampaikan Wagub NTB (kiri). (FOTO. HUMAS DPRD NTB/DS)

MATARAM, DS – DPRD Provinsi NTB berencana menunda pembahasan APBD NTB tahun anggaran 2021. Pasalnya, aspirasi rakyat yang tertuang pada pokok pikiran (Pokir) dari anggota DPRD NTB tak kunjung direalisasikan.

Meski telah tertuang dalam APBD Perubahan tahun 2020, Pemprov melalui seluruh OPD terkait masih enggan merealiasasikan permintaan rakyat yang terserap oleh wakil rakyat saat kegiatan reses beberapa waktu lalu.

“Ini aneh, aspirasi rakyat yang sudah kita paripurnakan dan disetujui oleh Gubernur bersama DPRD NTB malah enggan dicairkan olej OPD Pemprov. Jadi, wajar melalui forum sidang paripurna kita sampaikan keprihatinan lembaga DPRD agar ada perhatian dari kepala daerah,” tegas Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah dihadapan Wagub NTB dan para kepala OPD lingkup Pemprov, Senin Petang (2/11).

Menurut politisi Golkar itu, lontaran ancaman enggan membahas KUA/PPAS APBD NTB tahunn2021 yang diserukan oleh DPRD setempat bukan sebatas gertak sambal.Isvie meminta Wagub untuk menghadirkan OPD lingkup Pemprov NTB pada rapat kerja (Raker) bersama DPRD setempat pada Selasa (3/11).

“Izin Bu Wagub, kami minta di ingatkan para kepala OPD Pemprov NTB untuk hadir besok pagi. Ingat, jika sampai besok enggak hadir, maka jangan salahkan jika lembaga dewan akan bersikap terkait pengabaian pada komitmen yang sudah disepakati bersama antara dua lembaga ini,” ujarnya lantang.

“Sekali lagi, kami bukan mengancam. Tapi, kami enggak mau hak-hak rakyat yang sudah disampaiakan tertunda akibat hal-hal yang tidak masuk di akal yang didengar oleh para wakil rakyat selama ini,” sambung Isvie Rupaedah lantang. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.