Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 24 Jun 2019 05:56 WITA ·

Asalkan Pengolahan Produk di NTB, NTB Welcome kepada Investor


					Gubernur Zulkieflimansyah Perbesar

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM,DS-Kalau ekonomi bangsa dan daerah ini mau maju maka pandai-pandailah memilih dan memilah investor. Investor tambang yang baik misalnya, adalah investor yang bukan hanya mau menggali hasil tambang kemudian langsung mengirim dan menjualnya ke luar daerah. Investor tambang yang baik adalah investor yang mau dan mampu melakukan pengolahan di daerah itu juga sehingga banyak industri turunan lain yang juga hidup.

Investor pertanian yang baik bukan sekedar menjual hasil pertanian itu ke luar daerah, tetapi mau dan mampu mengolah hasil tersebut di tempat itu juga. Begitu juga hasil laut dan perikanan harus diolah di daerah kita. Hasil peternakan dan lain-lain harus diolah di daerah.

“Intinya, kemajuan ekonomi ditandai dengan hadirnya Industri Pengolahan. Inilah yang disebut Industrialisasi itu. Ekonomi modern memang mensyaratkan hadirnya industri pengolahan sebagai simbol kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tugas pemerintah kemudian adalah menyediakan iklim yang kondusif, menyiapkan SDM yang handal dan menyediakan infrastruktur dan lain-lain, sehingga investor merasa aman dan nyaman di daerah kita,” papar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dalam akun facebooknya (26/11-016) yang di-repost lagi.

Itulah pula konsep pembangunan ekonomi NTB kini dan kedepan sesuai RPJMD- NTB Tahun 2019-2023, yakni pengembangan Industrialiasi yang bertumpu pada sektor Pertanian, Pariwisata dan Industri. Karenanya, NTB dibawah Pemerintahan Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah membuka diri untuk menyambut hadirnya para investor di Bumi Gora.

Tetapi tentu saja investor yang harus berkomitmen dan berkemampuan untuk mengembangkan jaringan bisnis dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat setempat. Serta mau melakukan pengolahan produk di daerah ini juga, sebagai sebuah keniscayaan yang dipenuhi.

Industri pengolahan yang harus dibangun di NTB, menjadi topik hangat dalam arahan Gubernur Doktor Zul sapaan akrabnya, pada diskusi akhir pekan via group Whatsup Kepala OPD NTB Gemilang (Sabtu pagi, 22/6-2019).

Kepada Kepala Biro AP, H. Sadimin, Gubernur mengharapkan bahwa dalam proses tender perlu mempertimbangkan pula aspek pemberdayaan masyarakat lokal. “Kalau memenangkan tender, indikatornya jangan semata dilihat dari harganya dan/atau persoalan keuangan saja tetapi lihatlah juga kesediaan perusahaan atau pengusaha yang bersangkutan untuk menggunakan produk dan SDM lokal serta adanya pembelajaran teknologi dan manajemen untuk masyarakat lokal,”terangnya.

Demikian juga di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, ESDM dan sektor-sektor lainnya. ” Harus menjadikan ini sebagai acuan untuk mengundang dan membantu investor. Kalau ada investor yang mau mengolah, maka kita harus bantu semaksimal mungkin,” ujar Gubernur. BPKAD dalam menyewakan aset juga mesti melihat ini sebagai salah satu acuan.

Hal serupa juga perlu diterapkan pada Dinas Sosial, Badan Bencana, Kesehatan, Pendidikan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Hendaknya berupaya untuk menjadikan bantuan kepada masyarakat, alat peraga pendidikan dan kesehatan serta bantuan lainnya, di utamakan produk-produk lokal kita. Kadang harganya memang lebih mahal, kualitasnya kadang memang jauh lebih rendah. Tetapi dengan kita menggunakan produk-produk lokal sendiri, kata Doktor Zul, akan ada pembelajaran untuk lambat laun kualitasnya membaik. Sehingga harganya akan menjadi lebih kompetitif.

Menurut Gubernur, Pemerintah Daerah, harus menjadi pasar awal sehingga industri lokal menjadi hidup dan berkembang.

“Lihatlah batik kita sekarang, kualitasnya menjadi lebih bagus dan berkembang, karena kita bangga dan mau menggunakannya,” ujarnya. Jalan panjang, selalu harus di mulai dengan langkah pertama. “Tugas kita pemerintah daerah adalah meretas jalan baru untuk memulai langkah pertama itu,” tuturnya.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi