BSK Samawa

Apresiasi Ponpes Maraqitta’limat Lotim, Wamenag : Berpolitik untuk Pendidikan Fardhu Kifayah

FOTO. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Zainut Tauhid Sa’adi (kanan) saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Maraqitta’limat di Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lotim. (FOTO. RUL/DS).

LOTIM, DS – Pengembangan Pondok Pesantren (Ponpes) Maraqitta’limat di Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang telah mampu memprogram satu rumah satu S2, menuai atensi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Zainut Tauhid Sa’adi.

Menurut Zainut, cara pengembangan Ponpes yang dilakukan oleh TGH Hamzi Hamzar selaku pimpinannya, layak di ikuti oleh pimpinan ponpes lainnya di NTB.

“Sangat wajar, ponpes ini tumbuh dengan sangat pesat. Ini karena inovasi yang dilakukan pimpinannya membuat pertumbuhannya sangat pesat sejauh ini. Maka, layak di ikuti oleh siapapun,” ujar Wamenag saat mengunjungi ponpes tersebut, Kamis (27/1).

Zainut mendaku, pimpinan ponpes Maraqitta’limat yang notabenenya adalah anggota DPRD NTB, tidak dipersoalkanya.

Sebab, kerja politik merupakan fardu kifayah, maka wajib salah seorang di antaranya berpolitik.

“Jadi, apabila tidak satu pun di antara berpolitik maka semua kita berdoa. Sehingga pantaslah kalau maraqitta’limat di bawah kepemimpinan beliau tumbuh kembang nya sangat pesat,” kata dia.

Wamenag yang kini menjabat Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, sangat mendukung langkah politik TGH Hazmi Hamzar yang tercatat sudah lima periode menjabat sebagai anggota DPRD provinsi NTB. Mengingat, hal tersebut dilakukannya untuk memajukan jamaah dan ponpes yang dipimpinnya

“Saya mengajak pondok pesantren yang lain mau mengikuti jejak Maraqitta’limat dan TGH Hazmi Hamzar. Ndak masalah berpolitik tapi itu untuk kepentingan jamaah (rakyat),” tegas Zainut Tauhid Sa’adi.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat TGH Hamzi Hamzar, membenarkan jika ponpesnya telah mengembangkan program satu rumah satu S2. Hal ini dilakukannya semata-mata untuk membantu masyarakat yang berada di sekitar ponpesnya.

“Melalui program ini, kamu ingin membantu warga miskin untuk bisa bersekolah hingga jenjang magister (S-2). Dengan begitu, derajat kehidupan keluarga akan terbantu manakala ada anaknya yang bisa mengenyam pendidikan tinggi,” tandas Hamzi Hamzar. RUL

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.