Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 27 Feb 2019 06:33 WITA ·

Aplikasi SIM-SPAB Cegah Bencana Dilanching


					Wagub memukul kentongan untuk meresmikan aplikasi bencana pertama di Indonesia yang dibuat anak-anak muda NTB Perbesar

Wagub memukul kentongan untuk meresmikan aplikasi bencana pertama di Indonesia yang dibuat anak-anak muda NTB

MATARAM, DS – Aplikasi Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM-SPAB) yang dibuat generasi muda NTB diresmikan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah pada Selasa (26/2).

Aplikasi SIM-SPAB yang dibuat atas kerjasama anak muda NTB dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tidak lain diperuntukkan memberikan pendidikan kebencanaan, khususnya bagi tenaga pendidik dan siswa yang ada di NTB.

Khusus bagi Dikbud, aplikasi ini bermanfaat dalam menginventarisir untuk mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya. Dengan adanya data tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang.

Sebagai aplikasi pertama di Indonesia. Wagub Rohmi mengingatkan yang terpenting adalah penggunaannya yang berkelanjutan dan mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat, bukan hanya di NTB tapi juga di seluruh provinsi di Indonesia. “Yang terpenting penggunaannya berkelanjutan, jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Wagub saat menyampaikan sambutannya, kemarin.

Rohmi mengajak seluruh kabupaten/kota di NTB, untuk memanfaatkan aplikasi hasil karya anak NTB yang telah diakui oleh pemerintah pusat ini. Menurut dia, adanya aplikasi ini bisa menjadi sarana dalam mempermudah memberikan sosialisai dan edukasi bencana di NTB yang saat ini telah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.

“Dengan tujuan agar Pemda mengerti dan lebih memahami terkait proteksi dan mitigasi bencana di masa yang akan datang. Mari kita tunjukkan pada nasional, bahwa kita bisa menggunakan ini, dan ini pertama di Indonesia,” jelas Wagub.

Kedepan Wagub berharap, aplikasi SIM-SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikaso SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB, sebagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.

“Proteksi yang paling penting, tindakan preventif sebisa mungkin jangan ada bencana yang disebabkan tindakan manusia. Kita harus tegas, terutama dalam mengatasi sampah, kita suksekan NTB Zero Waste, kita ubah sampah jadi sumber berkah. Semoga aplikasi ini berkah, semoga anak NTB semakin maju dan membawa dampak positif bagi Indonesia,” tandas Rohmi Djalilah. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rekrutment Beasiswa NTB Dilakukan Secara Transparan

17 Mei 2022 - 17:45 WITA

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Gunakan Trail, Gubernur NTB Tinjau SDN 3 Bukit Tinggi

24 April 2022 - 16:26 WITA

SCImago Institutions Rankings Tempatkan Unram PT Peringkat 15 Inovasi Terbaik di Indonesia

18 April 2022 - 14:26 WITA

Trending di Pendidikan