Berbagi Berita Merangkai Cerita

APKLI Mataram Deklarasi Dukung Pilkada Mataram Bebas SARA dan Berita Hoax

30

FOTO. Puluhan anggota APKLI Kota Mataram mendeklarasikan siap menyukseskan Pilkada Kota Mataram 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kemarin petang. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS –  Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Mataram mendeklarasikan dukungan mendukung terciptanya Pilkada Kota Mataram tahun ini, harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Deklarasi yang dilakukan pengurus APKLI setempat dipimpin  Ketua APKLI Kota Mataram, Muhammad Syahidin saat sosialisasi Pilkada Damai,  Senin Petang (12/10).

Syahidin menegaskan, sebanyak 3000 orang anggotanga  diwajibkan berpartisipasi aktif menyukseskan pilkada kali ini. Salah satu, dengan memberikan hak pilihnya dibilik suara pada tanggal 9 Desember mendatang

“Insya Allah, kami juga siap berpartisipasi dalam memelihara persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pilkada tahun 2020 yang aman dan damai. Sekaligud bagaiamana kita bersama-sama memerangi berita hoax, isu sara, dan ujaran kebencian,” tegasnya pada wartawan usai deklrasi.

Menurut Syahidin, lantaran saat ini, masih situasi Covid-19, maka anggota APKLI Kota Mataram juga di imbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai aturan pemerintah.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Mataram, Aini B berharap agar anggota APKLI Kota Mataram senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, Intinya adalah bagaimana kita menjalankannya untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu sebelum deklarasi, Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengingatkan masyarakat tak kecuali anggota APKLI Kota Mataram untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di semua semua tahapan Pilkada 2020.

Menurut Hasan Basri, pilkada Mataram harus sehat dan demokratis. Sehat maksudnya masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sementara demokratis maksudnya memberikan hak pilih dalam Pilkada.

“Jadi Pilkada Kota Mataram ini harus sehat dan demokratis. Semua tahapan Pilkada tetap berjalan namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Hasan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.