Berbagi Berita Merangkai Cerita

Apel Pertama di Lotim Songsong “New Normal”

29

Apel gabungan pertama dimasa pandemi di Lotim

SELONG, DS-Sejak merebaknya Corona Virus Disease (Covid) 19 di Lombok Timur pada Maret lalu, untuk pertama kalinya digelar Apel Gabungan untuk OPD yang ada di lingkungan Kantor Bupati Lombok Timur pada Senin (15/06). Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. M. Juaini Taofik menjadi Pembina pada Apel Gabungan tersebut.

Membuka arahannya, Sekretaris Daerah menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang mengikuti Apel dan telah mengenakan masker. Apresiasi ini dilatari fakta bahwa penggunaan masker menjadi bagian dari salah satu kebiasaan baru pada masa menuju new normal.

Sekda mengingatkan kondisi saat ini di mana Covid-19 secara nasional maupun lokal di Lombok Timur belum menunjukkan tanda perlambatan. Jumlah kasus positif masih mengalami penambahan kendati jumlah kesembuhan juga mengiringi. Akan tetapi, merujuk Pemerintah Pusat semua harus menyiapkan diri menyongsong new normal atau kenormalan baru. Lombok Timur disebut Sekda saat ini tengah menuju new normal dan harus siap ketika nantinya menjadi salah satu daerah yang ditetapkan Kementerian Kesehatan menerapkan new normal.

 Juaini mengingatkan pula konsekuensi new normal bagi ASN. Norma baru harus diterapkan. Ia menyebut kenormalan baru bagi ASN adalah penyesuaian dan cara bekerja serta kesadaran tengah berada pada kondisi krisis dan menghadapinya. Salah satu cara adalah mengurangi timbulnya permasalahan dengan mencegah melebarnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

 “Menekan angka harapan sehingga tidak terlalu banyak kesenjangan antara harapan dan kenyataan,” ungkapnya. Menurut Sekda ASN sudah seharusnya menjadi bagian dari solusi. Penyesuaian kerja ASN sangat mempengaruhi hal tersebut.

Juaini mengakui sejak Maret semua sektor mengalami penurunan produktivitas. APBN dan APBD telah mengalami penyesuaian melalui relokasi dan refocusing. APBD Lombok Timur sendiri untuk relokasi dan refocusing telah mencapai Rp. 123 M. Angka tersebut belum mencakup rasionalisasi DAU dan DAK, sehingga anggaran tersisa hanya 40%. Dampaknya mulai Juli mendatang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) ASN Lombok Timur akan mengalami pengurangan hingga 50%. Karena itu new normal ASN mencakup pula pemberlakuan skala prioritas serta cara-cara bekerja yang lebih baik.

Ditekankan Sekda bahwa cara paling utama adalah menjaga diri pribadi dan masyarakat untuk tetap sehat. ASN harus mampu melakukan penyesuaian terhadap kebersihan lingkungan, hal-hal kecil seperti kebiasaan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan kerja, juga lingkungan di luar kerja. ASN utamanya anggota Korpri menurut Sekda harus menjadi agen yang mampu mengedukasi masyarakat terkait kebiasaan baik pada era menuju new normal seperti menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker ketika berada di kerumunan. “Kita tidak bisa memberikan sanksi, tapi harus mengedukasi masyarakat juga memberikan dan menjadi contoh,” pesannya.

Apel Gabungan kali ini juga menandai dimulainya kembali kegiatan rutin seperti apel pagi. Menutup arahannya Sekda menekankan agar ASN Lombok Timur tetap tenang dan menjadi bagian dari solusi, bukan menambah masalah di tengah krisis yang tengah terjadi.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.