Berbagi Berita Merangkai Cerita

Antusias, 300 KPM PKH KLU Divaksin Tahap I

122

FOTO. Para peserta KPM asal Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, KLU terlihat antusias mengikuti program vaksinasi di Kantor Dinsos setempat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Sebanyak 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di KLU, terlihat antusias mengikuti program vaksinasi tersebut.

Para PKH yang divaksin dari Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan itu sejak pagi hari sudah mengantri di kantor Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara. Vaksinasi KPM ini merupakan kerjasama Dinas Sosial Provinsi NTB dengan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

“Jadi, kegiatan vaksinasi KPM ini sebagai aksi strategis Pemerintah Provinsi dalam menekan laju pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik menjawab wartawan, Jumat (23/7).

Menurut Ahsanul, vaksinasi bagi penerima bansos PKH di Lombok Utara adalah hasil tindaklanjut pembahasan yang digelar di Ruang rapat koordinasi Asisten I Setda NTB pada Kamis (1/7) lalu.

Apalagi, pendamping PKH dan Penerima PKH wajib menjadi sasaran vaksinasi. Hal itu menyusul, surat Kemensos tanggal 10 Juni 2021 tentang Vaksinasi Mandiri Covid-19.

“Dalam rangka menyukseskan vaksinasi Covid-19 secara Nasional dan sesuai intruksi Presiden RI tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, mereka diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya,” kata Ahsanul.

Mantan Kepala BPBD Provinsi NTB itu menjelaskan, Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program prioritas Nasional yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan tarf hidup masyarakat miskin.

Mengingat, lanjut Ahsanul, tugas dan tanggung jawab Sumber Daya Manusia (SDM-PKH), yang memberikan pelayanan publik, khususnya masyarakat miskin. Maka dipandang perlu mereka yang bertugas mendapatkan Vaksinasi.

“Total ada sebanyak 1.222 SDM PKH NTB. Tugas Pendamping PKH adalah pelayanan Publik, wajib diberikan Vaksinasi sebagai antisipasi penularan Covid19,” ucap dia.

Ahsanul mendaku, vaksinasi bagi KPM bukan adanya kewajiban supaya tetap sebagai penerima bansos. Namun lebih dari itu. Yakni, pemerintah sangat memperhatikan kesehatan warga masyarakatnya. Terutama para penerima manfaat bantuan sosial yang nota bene adalah masyarakat tidak mampu atau pra sejahtera.

“Dengan tingkat kesehatan masyarakat yang baik maka kualitas hidup mereka juga kita harapkan terus membaik dari sisi ekonomi, pendidikan dan sosialnya,” tegas dia.

Ia berharap agar Dinas Sosial kabupaten/kota agar dapat menilik kesempatan ini untuk dapat kontribusi dalam percepatan pelaksanaan vaksin bagi masyarakat.

“Maka, mendatangkan KPM dan juga masyarakat lainnya ke lokasi vaksin agar dijadikan sebagai kesadaran moral mendukung segera bebasnya negeri ini dari Covid-19,” tutur Ahsanul.

Berdasarkan data progres sementara kondisi penerima vaksi dari pendamping dan penerima PKH di kabupaten/kota. Rinciannya, Kota Bima Jumlah SDM sebanyak 22 orang yang sudah vaksin 4 orang, belum vaksin sebanyak 18 orang SDM.

Jumlah KPM : 6.476, Sudah vaksin : 3.347 kpm, Belum vaksin : 3.129 kpm. Lombok Timur , Jumlah SDM : 359, Sudah vaksin:163 sdm, Belum vaksin: 196 sdm, Jumlah KPM: 102372 , Sudah vaksin: 7248 kpm, Belum vaksin: 95124 kpm.

Selanjutnya, Kota Mataram Jumlah SDM sebanyak 64 orang masih berjalan proses vaksin, Jumlah KPM: 18.232, Sudah vaksin: 234, Belum vaksin: 179.98.

Kabupaten Dompu, jumlah SDM yang sudah divaksin, 27 sdm. Lombok Barat: Jumlah SDM: 149,Sudah vaksin: 46, belum vaksin: 103. Jumlah KPM: 45179, Sudah vaksin: 3447,Belum vaksin: 41732.

Berikutnya, Lombok Utara, 300 KPM yang sudah vaksi dari 22.039 KPM. Lombok Tengah, jumlah SDM 258, sudah vaksin 70 sdm, belum vaksin 188. Jumlah KPM 74.243, sudah vaksin 14243 kpm, belum vaksin 53.563. Sedangkan, Kabupaten Bima, Sumbawa dan Sumbawa masih proses identifikasi dan rekapitulasi.

“Maka terkait dengan itu, saya mengimbau kepada semua Pendamping Sosial PKH untuk mendorong dan menyolisasikan betapa penting nya vaksin ini bagi KPM dan masyarakat,” jelas Ahsanul.

Terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Lombok Utara, Raden Zulkarnain, menyebutkan keluarga penerima manfaat PKH mulai menerima vaksin pada gelombang pertama hari ini, sebanyak 300 KPM dari jumlah penerima PKH sebanyak 22.039. Pelaksana Vaksinasi adalah Dokter dan Tim yang didatangkan dari RSU Provinsi.

“Hari ini merupakan gelombang pertama, sesuai hasil pemetaan calon penerima vaksin oleh Pendamping PKH, sesuai dampingan masing-masing,” ungkapnya.

Raden Zulkarnain menambahkan, pelaksanaan vaksin ini akan ini akan terus berlanjut kepada KPM dan SDM se-KLU.

Hal ini tidak lain menyesuaikan dengan kesepakatan waktu dan tahapan dengan Dinas Sosial Kabupaten, Dinas Sosial Provinsi serta pihak RSUP sebagai tim tekhnis.

“Penerima PKH begitu antsuias menerima vaksin ini. Ini bahagian dari perlindungan kesehatan kepada penerima PKH,” tandas dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.