Berbagi Berita Merangkai Cerita

Antrian Penerima Bantuan di BNI Loteng Rentan Timbulkan Cluster Baru

122

FOTO. Inilah antrian warga penerima bantuan yang rela menunggu panggilan di Bank BTN Praya. //insert. M. Syamsul Qomar. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Penyaluran bantuan pemerintah pusat pada masyarakat penerima bantuan di PT Bank Nasional Indonesia ( BNI ), menuai sorotan Direktur Lombok Update, M Samsul Qomar.

Sorotan, salah satu lembaga pemerhati kebijakan publik di Lombok Tengah itu, cukup beralasan. Sebab, nasabah yang berkerumun, dan mengabaikan protokol kesehatan (Prokoes) Covid-19 saat tengah menunggu giliran menerima bantuan akan berpotensi memunculkan kluster baru di wilayah Lombok. Tengah.

Namun sayangnya, justru kerumunan itu dibiarkan oleh aparat terkait. Padahal, kondisi menjadi pemandangan tiap hari, seperti di Kantor Cabang Bank BNI di jalan Gajah Mada Praya. Bahkan, di kantor pelayanan BNI di Narmada, Lombok Barat.

“Sangat aneh, penegakan disiplin yang sudah lama terjadi di depan mata tapi terkesan dibiarkan di Bank BNI. Ada apa dengan Kasat Pol PP Loteng, jika memang Pol PP enggak ada gairah kerja, lebih baik mundur saja,” ujar Samsul pada wartawan dalam siaran tertulisnya, Selasa (13/4).

Menurut dia, kerisuan lantaran tidak optimalnya penegakan disiplin Covid-19 saat ini, sangat memungkinkan munculnya klaster baru, yakni klaster BNI. Hal itu, menyusul, aparat terkait mulai Satpol PP Lombok Tengah dan kepolisian terkesan mengabaikan adanya hal itu.

Padahal, mereka sebenarnya tahu soal adanya penyaluran bantuan di satu bank tersebut. Namun terkesan diabaikan saja.

“Sangat mungkin ada kluster baru itu. yakni, kluster BNI jika melihat kerumunan yang padat ini. Ingat, Loteng masih berstatus zona oranage yang belum aman dari penularan kasus Covid-19,” tegas MSQ.

Mantan Anggota DPRD Loteng dua periode itu, menuturkan sejumlah bantuan pemerintah yang disalurkan melalui BNI. Di antaranya, bantuan BOS untuk sekolah madrasah, UMKM dan bantuan tunai Pra Kerja.

Samsul menegaskan, jika sejumlah bantuan diberikan dalam satu bank, tentunya hal itu akan menimbulkan kerumunan dan antrian panjang.

Apalagi, lanjut dia, para penerima bantuan tersebut, rata-rata banyak usia senja, bahkan jompo. “Tadi saya lihat, ada juga ibu-ibu yang terpaksa membawa balitanya ke bank. Ibu itu antri sambil menyusui anaknya. Ini bahaya dan perlu disikapi cepat,” ucap Samsul.

Ia mendesak, agar para pihak terkait melakukan upaya dengan mengurai para penerima bantuan dan menerapkan prokes Covid yang ketat di sejumlah area Kantor BNI Cabang Praya.

Apalagi, kabarnya, terdapat nasabah yang merupakan penerima bantuan pemerintah pusat harus rela menginap sekadar mengambil nomer antriannya.

“Pembatasan penerima bantuan ini juga harus dipikirkan oleh pihak bank. Kasihan masyarakat, sudah dalam kondisi terbatas secara ekonomi dan sosial. Lagi-lagi mereka harus diminta menginap juga. Disini, pemkab Loteng harus hadir mencarikan solusi agar masyarakatnya aman dari sisi kesehatan juga tidak tertular Covid-19, kedepannya,” tandas Samsul Qomar. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.