Berbagi Berita Merangkai Cerita

Antrian Kendaraan akibat Perbaikan Jalan di Sumbawa

0 13

MATARAM, DS – Arus balik pada H+4 Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah di dua lintasan penyeberangan penumpang di Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dan Kayangan di Lombok Timur masih terpantau normal dan belum terjadi peningkatan jumlah penumpang yang berarti.

Anggota Komisi IV bidang infrastruktur, transportasi dan pembangunan DPRD NTB, Burhanudin Jafar Salam, mengatakan dalam pemantauannya terkait, kesiapsiagaan semua pihak dalam menyukseskan operasi angkutan lebaran tahun ini dirasa cukup baik bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, kelancaran para pemudik sedikit terganggu dengan perbaikan sejumlah ruas jalan Nasional di wilayah Pulau Sumbawa. “Tapi, secara umum kami pantau, pelayanan mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini sangat baik jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya menjawab wartawan yang dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (29/6).

Burhanudin merincikan, perbaikan jalan Nasional yang dikeluhkan para pemudik di wilayah Sumbawa terdapat di jalan poros utama Buer dan di Kecamatan Alas Barat. Menurutnya, perbaikan itu membuat para pemudik harus bersabar lantaran perbaikannya memakan satu sisi bahu jalan.

Politisi PAN itu menyayangkan koordinasi yang dilakukan Dinas PU dengan Balai Jalan Nasional NTB. Sebab, seharusnya perbaikan jalan jangan dilakukan saat arus mudik maupun balik saat ini.

“Tadi saya lewat situ, kita terpaksa mengantri. Memang sedikit menggangu, dan ruasnya ya itu-itu sejak dulu yang diperbaiki. Wajarlah, kita sayangkan hal ini, karena bisa mengganggu kelancaran para pemudik yang hendak balik ke kampung halamannya,” kata Burhanudin.

Terkait lintasan penyeberangan Poto Tano-Kayangan dan Lembar-Padang Bai, menurutnya, koordinasi yang dilakukan pihak ASDP dan Dishub NTB sudah berjalan. Sehingga, antrian penumpang dan kendaraan seperti tahun lalu sudah tidak ada lagi pada Lebaran tahun ini.

“Posko terpadu di dua pelabuhan penyeberangan itu sangat baik dan berjalan. Petugasnya pun sangat sigap, kalau di laut secara umum sangat baik tapi, yang pelayanan di darat yang harus perlu penanganan kedepannya,” ujar Burhanudin.

Diketahui, khusus dua lintasan penyebrangan Padangbai-Lembar dilayani oleh sebanyak 34 kapal (3 ASDP, 31 swasta), sedangkan rute penyebrangan Kayangan-Pototano dilayani sebanyak 19 kapal (4 ASDP, 15 swasta)

Sebelumnya, Sekretaris Dinas PU NTB, Ir. Machul, mengatakan, rusaknya beberapa titik jalan nasional itu dipicu berkurangnya fungsi akibat dari kondisi lapis konstruksi yang rusak. Hal lainnya dikarenakan faktor tonase kendaraan yang melewati batas maksimum yang diperbolehkan sebesar 40 ton. Salah satunya, titik jalan yang masih rusak itu berada dua Kecamatan Plampang, dan Empang di Kabupaten Sumbawa.

“Catatan kami, jalan-jalan nasional yang belum mantap itu panjangnya mencapai 11,74 kilometer atau setara 1,26 persen dari total kondisi jalan nasional yang telah mantap,” ungkap Machul menjawab wartawan beberapa hari lalu.

Ia mengatakan, meski jalan nasional sudah mantap hampir 100 persen, bukan berarti tidak akan ada hambatan pada saat momen mudik Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, tahun ini. Pasalnya, ada sejumlah titik yang rawan macet karena kondisi lebar jalan yang relatif sempit dengan jumlah arus kendaraan yang melintas relatif padat, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Machul merincikan, titik ruas jalan yang rawan macet. Diantaranya, di ruas jalan Mantang, Loteng, dan ruas jalan Masbagik dan Labuhan Lombok, Kabupaten Lotim. “Sedangkan, di Pulau Sumbawa, relatif tidak ada hambatan,” ujarnya.

Pemprov NTB, kata Machul, sebenarnya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun jalur alternatif yang bisa memecah kepadatan arus kendaraan yang melintasi jalan nasional mulai dari Pelabuhan Lembar, menuju Kota Mataram hingga arah timur Pulau Lombok.

Harapannya, lanjut dia, tidak hanya arus mudik yang menjadi lancar, namun juga arus komoditas antarpulau mulai dari Jawa, NTB hingga NTT, tidak terhambat. Selain itu, arus transportasi pendukung pariwisata daerah menjadi lancar.

“Sementara, baru ada satu jalur jalan nasional lintas kabupaten dari Pelabuhan Lembar menuju arah timur Pulau Lombok, dan kondisinya sudah sangat padat,” tegas Machul.

Terkait kerusakan jalan akibat tonase kendaraan. Pihaknya berharap, agar fungsi jembatan timbang yang kini sudah beralih ke pemerintah pusat dapat difungsikan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tidak berfungsinya, jembatan timbang seperti sekarang ini, pengecekan tonase setiap kendaraan besar dengan muatan berat yang akan melintasi jalan raya tidak bisa kita ketahui,” tandas Machul. fahrul

Leave A Reply