Berbagi Berita Merangkai Cerita

Antisipasi Penularan Covid, Polmas dan Babinsa Lotim Diminta Patuhi SOP

0 8

SELONG, DS – Adanya perwira Polisi di NTB yang terpapar virus Corona, seakan menjadi peringatan bagi aparat keamanan yang berada di garis depan agar lebih waspada. Meskipun lima perwira tersebut merupakan siswa Akademi Kepolisian yang baru baru pulang, setelah menyelesaikan pendidikannya di Jawa Barat. Namun, hal tersebut
menjadi pertanda bahwa virus Corona dapat menjangkiti siapapun. Bahkan, mereka yang memiliki tubuh yang sehat.

Untuk mengantisipasi agar anggotanya tidak terpapar virus yang penyebarannya cepat tersebut, Kapolres Lombok Tmur, AKBP Tunggul Sinatriyo mengatakan, memerintahkan kepada anggotanya untuk menggunakan masker saat menjalankan tugas di lapangan. Sedangkan, bagi mereka yang membantu petugas Puskesmas dalam mengevakuasi suspect Corona, diminta untuk menggunakan APD lengkap dan tertutup.

“Kami tetap menghimbau kepada anggota untuk menggunakan masker. Kemudian apabila membantu rekan-rekan kesehatan, menggunakan APD tertutup,” tutur Kapolres.

Selain melengkapi anggota Babinsa dan Polmas dengan APD, terhadap mereka juga dilakukan rapid tes secara berkala. Guna mengetahui status kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pada aparat. Dikatakanya, hingga saat ini tidak ditemukan adanya anggota TNI-Polri di Kabupaten Lombok Timur, yang masuk kategori suspect Corona, baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Dan, mereka juga di rapid secara terus-menerus untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Sementara itu Dandim 1615/Lotim, Letkol Inf. Agus Prihanto Donny, tak menampik resiko penularan Covid-19, yang mengintai anggota TNI-Polri di garis terdepan yang tergabung dalam Tim Gugus Cepat (TGC) Kecamatan.

“Kita ketahui bersama resiko menjadi ujung tombak garda terdepan bersama TGC Kecamatan maupun desa, keluraha, yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang melakukan rapid test,” ungkap Dandim.

Dia telah memerintahkan kepada seluruh anggota yang berada di garda depan tersebut agar tetap berada di ring 3. Yaitu di bagian pengamanan. Sementara, untuk yang bertugas menjemput pasien suspect koma menjadi bagian dari petugas Puskesmas yang sudah dilengkapi dengan APD. Hal ini juga sejalan dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Covid-19, yang telah disusun oleh tim Gugus Tugas.

“Kita sampaikan kepada anggota, Babinsa Polmas agar tetap berada di ring 3 saja. Jangan sampai mereka membaur ke dalam. Kita sudah sampaikan SOP-nya seperti itu,” pungkas Donny. dd

Leave A Reply