Menu

Mode Gelap

Politik · 23 Okt 2018 20:08 WITA ·

Antisipasi Kejadian Garut Danrem dan FKPD NTB Gelar Rakor Pencegahan


					Ketua MUI Prof. Drs. Saiful Muslim didampingi Danrem 162 WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran FKPD NTB menunjukkan surat pernyataan menyikapi insiden pembakaran bendera Perbesar

Ketua MUI Prof. Drs. Saiful Muslim didampingi Danrem 162 WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran FKPD NTB menunjukkan surat pernyataan menyikapi insiden pembakaran bendera

MATARAM, DS – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kesbangpoldagri NTB jalan Pendidikan, Kota Mataram, Selasa (23/10).  Rakor itu dilakukan guna mengantisipasi kasus pembakaran bendera yang diduga milik Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut Jawa Barat pada Senin (22/10) lalu agar tidak terjadi di NTB.
Kepala Kesbangpoldagri H.L. Syafii  memimpin rakor yang dihadiri para pimpinan FKPD NTB dan tokoh lintas agama dan tokoh pemuda NW. Diantaranya Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani,  Kabinda NTB Drs. H. Tarwo kusnarno, dan , Ketua MUI Prof. Drs. Saiful Muslim.
Kepada wartawan usai pertemuan, Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pertemuan kali ini adalah bagian inisiatif FKPD dalam rangka antisipasi agar kejadian di Garut tifak terjadi di NTB.
“Jika tidak kita cegah dan sikapi, kami  khawatir kasus di Garut akan bisa bergulir menjadi bola salju yang bisa menjadi ancaman yang cukup rawan menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilres 2019,”  ujar Danrem.
Menurut Danrem, selain antisipasi kewilayahan, rakor kali ini difokuskan juga mencegah munculnya berita hoax atau ujaran-ujaran kebencian yang dapat membuat perpecahan di tengah-tengah masyarakat.
“Prinsipnya, kejadian di Garut sudah ditangani oleh Polda Jabar, kami sudah komitmen mempercayakan proses hukumnya kepada pihak Kepolisian setempat,” kata Rizal
Terkait enam poin keputusan yang menjadi pernyataan sikap dalam rakor itu. Danrem menyebutkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat NTB agar tetap menjaga keutuhan, ketentraman dan ketertiban masyarakat dengah tidak berbuat hal-hal yang merugikan persatuan dan kesatuan bangsa manakala ditemukan indikasi permasalahan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Selanjutnya,  dalam menghadapi Pemilu 2019, FKPD NTB ingin mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang damai, demokratis dan berintegritas, serta tidak menyebarluaskan isu-isu negatif yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketiga, terkait dengan peristiwa pembakaran bendera  di Garut, Jawa Barat, FKPD NTB sepenuhnya menyerahkan penanganannya kepada aparat Kepolisian untuk melakukan penegakan hukum.
Keempat, lantaran  masih dalam suasana duka terkait dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah NTB, diperlukan penguatan kebersamaan sebagai upaya menuju NTB bangkit kembali.
“Kelima, kepada seluruh masyarakat NTB apabila ditemukan indikasi permasalahan serupa agar segera melaporkanya pada aparat keamanan, yaknu TNI-Polri. Dan terakhir, pemda NTB melalui aparatnya harus meningkatkan kewaspadaan terkait dengan perkembangan berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Danrem. RUL
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Politik