Berbagi Berita Merangkai Cerita

Antisipasi Karhutla, Aparat Gabungan TNI Polri dan Polhut Cek Kondisi HKM Sekaroh

21

Lombok Timur, DS – Dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), belasan aparat gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 1615-04/Keruak, Polsek Jerowaru dan Polisi Kehutanan Kantor Resort Pengelolaan Hutan (RPH) melaksanakan pengecekan di kawasan hutan kemasyarakatan (HKM) Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Rabu (29/7).

Adapun route patroli seusai melakukan pengecekan di Kantor RPH, aparat gabungan langsung menuju kawasan gubuk baru sampai di jepro.

Menurut cerita Danramil Keruak Kapten Inf Agil yang ikut pengecekan, selama patroli masih ditemukan adanya keinginan penggarap HKM untuk mendirikan mushala, namun sudah diberikan penjelasan dan pemahaman untuk tidak mendirikan bangunan permanen di lokasi HKM.

Hal yang sama juga dilakukan sehari sebelumnya (Selasa, red), dan ditemukan salah seorang warga penggarap HKM yang sedang membersihkan lahan dengan cara memotong pohon jenis mimba dan sengon.

“Ini juga diberikan penjelasan dan peringatan untuk tidak merusak hutan dengan menebang pohon sembarangan,” ujar Agil.

Terpisah, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., mendapat laporan tersebut memberikan apresiasi atas sinergitas TNI Polri dan Dinas Kehutanan dalam menjaga kondisi hutan.

Menurutnya, ini sebagai langkah positif dalam mengantisipasi musim kemarau atau kekeringan yang dapat membakar hutan dan lahan seperti tahun sebelumnya.

Namun demikian, kata Agus Donny, kita harua berupaya untuk mengantisipasinya dengan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan termasuk tidak melakukan pembakaran di sekitar hutan dan lahan kering.

“Kalau upaya itu sudah kita lakukan, tinggal kita berdoa agar tidak terjadi musim kemarau panjang seperti sebelumnya sehingga kebutuhan air bersih tetap terpenuhi,” harapnya.

Pria kelahiran Magelang tersebut juga menginstruksikan kepada Koramil jajarannya untuk melakukan pengecekan dan pendataan wilayah yang rawan mengalami kekeringan dan kebakaran sehingga mudah dilakukan deteksi dan cegah dini termasuk penanganan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.