Berbagi Berita Merangkai Cerita

ANTISIPASI BENCANA, PERLU KESIAPSIAGAAN

0 12

MATARAM,DS-Sebagai salah satu daerah yang memiliki kerawanan bencana cukup tinggi, kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya bencana perlu dibudayakan. Bencana alam memang sulit diprediksi, tetapi dengan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan maka dampaknya dapat diminimalkan.

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si menegaskan hal itu saat membuka acara Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran di Masjid Lembuak, Narmada, Rabu (26 April 2017).

Simulasi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia merupakan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2017.

Ditegaskannya, simulasi ini adalah kegiatan yang sangat penting, mengingat masih banyak masyarakat yang belum tanggap ketika terjadi bencana. “Bencana alam tidak bisa diprediksi, bisa datang setiap saat. Solusinya adalah masyarakat harus tanggap dan waspada agar tidak banyak korban jiwa dan harta benda,” ujarnya.

Wagub berpesan kepada Masyarakat Desa Lembuak untuk menjaga kebersihan lingkungan, apalagi sebagai desa yang berpenduduk padat, Desa Lembuak rawan bencana banjir dan kebakaran. “Mari waspada, mari menjaga kebersihan lingkungan, mari tanggap bencana, dan tangguh saat terjadinya bencana,” himbau Wagub.

Senada dengan wagub, Kepala BPBD NTB, H. Muhammad Rum menyatakan simulasi dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan ketika datangnya bencana. “Dengan demikian, terbentuknya masyarakat yang tangguh bencana dapat segera terwujud, ujarnya. Terkait permintaan Kepala Desa Lembuak yang ingin desanya menjadi Desa Tangggap Bencana, Muhammad Rum menyampaikan BPBD Provinsi NTB akan membentuk tim Desa Tanggap Bencana dan akan melatih salah satu sekolah di desa ini untuk menjadi sekolah tanggap bencana. hms/rabbah

Leave A Reply