Berbagi Berita Merangkai Cerita

Angkat Bendera Putih, Pedagang di Ampenan Itu Akhirnya Digelontor Paket Sembako dari Dinsos NTB

77

FOTO. Tim Dinas Sosial Provinsi NTB tengah menyasar para pedagang di Pantai Ampenan yang sempat melakukan aksi pengibaran bendera putih untuk dibagikan paket sembako. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, mengaku telah menemui para pedagang di sepanjang Pantai Ampenan yang sempat melakukan aksi mengangkat bendera putih sebagai tanda menyerah menghadapi kondisi ekonomi akibat sektor pariwisata yang lesu.

Menurut Ahsanul, jumlah pedagang itu awalnya sebanyak 83 orang, setelah dilakukan cek lapangan angkanya meningkat menjadi sebanyak 97 orang. Hal ini sesuai surat yang dilayangkan oleh kepala lingkungan di sekitar Pantai Ampenan.

“Alhamdulillah, tim kami sudah turun menemui para pedagang di Pantai Ampenan, mereka kita sisir semuanya dengan membagikan sebanyak 97 paket sembako berupa beras, ikan teri hingga gula pasir,” ujar Ahsanul pada wartawan dalam siaran tertulisnya, Minggu (1/8).

Mantan Kepala BPBD NTB itu mendaku, dirinya baru mengetahui aksi pedagang Pantai Ampenan mengibarkan bendara putih itu pada Jumat malam (30/7) setelah aksi itu viral di media sosial (Medsos).

“Begitu tahu malamnya informasi adanya aksi pedagang Pantai Ampenan itu, saya sudah langsung instruksi jajaran untuk bergerak menyisir semua pedagang pada Sabtu (31/7). Intinya, saya enggak ingin ada pedagang yang enggak disentuh dari bantuan,” kata Ahsanul.

Sementara itu, aksi pedagang Pantai Ampenan yang mengangkat bendera putih dipicu, pendapatan mereka anjlok selama pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

“Tolong kami, lihatlah kami, dengarkan jeritan kami, dan bantu kami menghadapi kondisi ekonomi selama PPKM,” kata Ketua Pedagang Pantai Ampenan, Indari dalam orasinya, Jumat Sore (30/7).

Mereka mengaku sudah mengikuti kebijakan pemerintah untuk disiplin protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.Hanya saja, kebijakan PPKM membuat mereka tak bisa berkutik karena tidak ada lagi pengunjung ke Pantai Ampenan.

“Kondisi di sini sepi sekali. Dulu seorang pedagang bisa dapat Rp 500 ribu sehari, kini hanya Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu. Ada juga yang dagangannya tak laku sama sekali,” ungkap Indari.

Indari yang mewakili 103 pedagang Pantai Ampenan berharap pemerintah memperhatikan dengan memberikan bahan pokok sebagaimana diperoleh kelompok masyarakat lain yang terdampak Covid-19. “Kami melihat banyak sekali yang mendapatkan bantuan beras dan paket sembako, tetapi kami belum pernah menrimanya,” ucap dia.

Pedagang Pantai Ampenan, Mataram, NTB, juga berharap pemerintah memberikan kredit lunak dan menunda pembayaran tunggakan cicilan mereka pada sejumlah koperasi atau bank. Musababnya, menurut Indari, para penagih utang ini tak mau tahu dengan kondisi mereka yang tak bisa lagi mencari makan karena sektor pariwisata lumpuh.

“Kami ingin dukungan pemerintah dalam bentuk tertulis untuk menjadi bukti agar tak dikejar-kejar lagi untuk membayar utang beserta bunganya,” ucap Indari. “Kami sangat berharap pemerintah memberikan kebijakan ini.”

Sementara itu, Camat Ampenan, Muzakkir Walad mengatakan akan mengakomodasi tuntutan pedagang dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait. Untuk bantuan sembako kepada para pedagang, dia akan mendata dulu supaya bantuan tersebut sampai ke tangan yang tepat.

“Mengenai penundaan tagihan atau utang, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM Kota Mataram,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.