Berbagi Berita Merangkai Cerita

Angin Kencang Landa NTB, BMKG Harap Masyarakat NTB Tingkatkan Kewaspadaan

23

FOTO. Salah satu tanaman besar di wilayah Sesela, Lombok Barat jatuh akibat angin kencang yang melanda sejak pagi hingga siang ini. (FOTO. RUL/DS.

MATARAM, DS – BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) meminta masyarakat di Wilayah NTB untuk mewaspadai angin kencang dan pohon tumbang. Terpantau sejak Senin (7/12) pagi hingga siang sekitar pukul 12.50 Wita, fenomena angin kencang terjadi di banyak tempat di NTB. Dimana, di Kota Mataram sudah banyak laporan adanya pohon tumbang dan menimpa kendaraan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), I Gusti Agung Angga DS, mengatakan angin kencang di NTB akan terjadi hingga 2-3 hari mendatang.

“Dari pantauan model pergerakan tekanan udara rendah bergerak ke selatan menjauhi wilayah NTB. Angin kencang masih akan berpotensi terjadi 2-3 hari ke depan,” ujarnya pada wartawan, Senin (7/12).

Bibit silikon tropis 96 S saat ini terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat dengan posisi 9,9 lintang utara – 108,2 bujur timur.

Bahkan, terlihat adanya peningkatan kecepatan angin dan pergerakan bibit siklon tropis ke tenggara-selatan. Ini berpotensi terjadi siklon tropis dalam 24-48 jam.

Sehingga, hal itu diprediksi berdampak pada keberadaan bibir siklon 96 S yang memicu kondisi angin kencang di wilayah NTB hingga 2-3 hari ke depan.

“Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti pohon tumbang serta dampak lainnya,” kata Gusti Agung.

Ia mengungkapkan, posisi gerak semu matahari saat ini berada di lintang selatan. Fenomena pusaran tekanan udara rendah di dekat perairan NTB akan intens terjadi.

“Selain itu wilayah NTB juga sudah memasuki musim hujan. Perlu juga diwaspadai angin kencang yang dihasilkan oleh awan Cummulonimbus,” tegas Gusti Agung.

Selain angin kencang, dampak bibit silikon tropis tersebut mempengaruhi gelombang laut.Wilayah perairan NTB berpotensi terjadi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diperkirakan berpotensi terjadi di perairan selatan NTB.

“Nelayan dan kapal yang melintas di perairan tersebut diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati,” tandas Gusti Agung Angga. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.