Anggun dengan Busana Tenun Khas NTB

2 min read

MATARAM,DS-Jika kita cinta tenunan khas daerah maka akan semakin banyak masyarakat yang dalam keseharian dan aktivitasnya yang menggunakan busana berbahan tenun NTB. Sebab dengan banyaknya penggunaan busana berbahan tenun khas daerah, bukan hanya akan menambah penampilan, menambah gaya dan rasa percaya diri saja. Tetapi juga berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai luhur budaya yang islami, sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya pengerajin tenun.

Oleh karena itu, Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sc. M.Sc., mengajak masyarakat dan milenial untuk mulai membudayakan busana islami berbahan tenun.

“Mari kita gunakan fashion-fashion berbahan Tenun, karena tidak kalah menarik dari sisi corak dan kwalitasnya. Juga membuat penampilan kita makin anggun dan gagah”, ajak Niken pada Event Lombok Sharia yang digelar oleh Hijabermom Community di Golden Imperiall Balroom Mataram, dengan Tema “Tenun fashion Wave”, Jum’at (06/03-2920).

Ia menegaskan, Tenun merupakan pakaian budaya yang harus tetap dilestarikan dan dikenakan oleh masyarakat NTB. Sehingga bisa diproduksi masal dan dipasarkan pada pangsa pasar yang lebih luas, baik nasional maupun international. Terlebih NTB menjadi pusat wisata halal dunia, sehingga berpeluang menjadi rujukan atau pusat pengembangan fashion muslim terbesar di indonesia maupun dunia.

Dalam hal ini, kain tenun menjadi bahan baku fashion yang memiliki kekhasan dan nilai estetis tinggi, ujar Niken.

Bunda PAUD Nasional itu juga menyebut bahwa cara terbaik untuk memasalkan produk tenunan NTB, harus dimulai dengan menumbuhkan kecintaan untuk menggunakannya sebagai busana. Sehingga akan menumbuhkan gairah secara berkala yang nantinya masyarakat akan senang dan menjadikan tenun sebagai busana sehari hari, pungkas Istri Gubernur Zulkieflimabsyah itu.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nuryanti,SE.,ME., mengatakan bahwa Industri fashion menjadi salah satu sektor industri kerajinan yang dikembangkan di NTB.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, kata Bu Yanti sapaanya, harus dimulai dari penyediaan bahan baku. Salah satunya adalah industri hulu berupa benang sebagai bahan baku tenun. Pihaknya kini telah menyusun program industri instrumental benang yang ditargetkan sudah hadir di NTB pada tahun 2023.

“Sudah ada embrio dengan tanaman sisal dan sudah ada produksi serapnya. Kita sudah mulai pilot project-nya di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa seluas 400 hektar. Juga di Labuan Haji seluas 500 hektar,” ujarnya.

Pihaknya kini juga mendorong kabupaten/kota di NTB dalam membudidayakan tanaman sisal. Karena menurutnya tanaman sisal menjadi tanaman yang mampu mensuplly kebutuhan bahan baku benang untuk industri tenun.

“Inilah industri hulu yang perlu diperkuat terlebih, sehinggi industri hilirnya dibidang tenun dan fashion dapat terpenuhi bahan bakunya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Hijabersmom Community Lombok, Ina Fariska, menjelaskan bahwa acara tersebut menghadirkan sejumlah desainer muslim ternama Indonesia. Diantaranya desainer dari Batam, Surabaya yang akan dikemas menjadi festival kuliner halal, fashion show, seminar oleh OJK dengan tema “Waspada Investasi Bodong” dan kajian Akbar. kmf

Tinggalkan Balasan