Anggaran Perjalanan Dinas dan Pembangunan Infrastuktur Dialihkan untuk Tangani Corona Lotim

2 min read

SELONG,DS- Anggaran perjalanan dinas pejabat dan anggota DPRD Lotim menjadi bagian yang direalokasikan untuk pecegahan dan penanganan Covid-19. Selain itu, anggaran beberapa pembangunan infrastuktur jalan juga dialihkan untuk menghambat penyebaran virus ini.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, M. Juaini Taofik saat menggelar konferensi pers Jumat (27/03/2020).

Dikatakan oleh Taofik yang juga didaulat sebagai ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Lombok Timur, anggaran sebesar Rp 25,7 milyar disiapkan oleh Pemkab Lotim guna menangani penyebaran virus yang telah menelan banyak korban tersebut.

“Jumlah ini bukan jumlah kaku. Tergantung situasi dan kondisi. Ada Rp 25,7 milyar APBD yang direalokasikan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19,” jelasnya.

Realokasi APBD ini telah sesuai dengan Inpres nomer 4 tahun 2020, tentang protokol pendanaan Covid-19. Realokasi anggaran diterapkan dengan menyisir anggaran-anggaran yang sudah menjadi APBD 2020. Dengan berlakunya Inpres No. 4 Tahun 2020 tersebut, maka APBD diperbolehkan untuk digunakan dalam pencegahan dan penangan Covid-19.

“Mekanismenya adalah dengan Peraturan Daerah (Perda). Pada saat penyusunan APBD Perubahan, diisbatkan kembali lewat APBD Perubahan,” ujarnya.

Adapun rincian penggunan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung RSUD dr. Soedjono Selong dengan nilai sebesar Rp 10 milyar. Sebesar Rp. 9 milyar untuk menyiapkan RSUD Labuhan Haji sebagai Rumah Sakit perawatan untuk terduga Covid-19.

Selain itu, untuk penyediaan alat kesehatan, APD (Alat Pelindung Diri), dan alat habis pakai, sebesar Rp 3 milyar serta Rp 1,5 milyar akan digelontorkan untuk BPBD Lombok Timur. Dana tersebut termasuk untuk honor tim penanganan corona di tingkat Kecamatan.

“Untuk gugus tugas, kami di Kabupaten sepakat untuk tidak mengambil honor. Untuk tim di Kecamatan itu (honor,red) akan diberikan. Minimal untuk akomodasi, mereka tidak menggunakan dana pribadinya,” tandasnya.

Sementara untuk refocusing anggaran hanya diberlakukan pada di Dikes Lotim dengan besar anggaran Rp 5 milyar. “Dana-dana yang ada di Dikes difokuskan kembali untuk upaya pencegahan dan penangan kasus Corona,” tutur Taofik.dd

Tinggalkan Balasan