Berbagi Berita Merangkai Cerita

Anggap Fokus Membina, Menkop Puspayoga Puji Kiprah Selly

0 8

MATARAM, DS – Prestasi gemilang ditorehkan Hj. Putu Selly Andayani. Kepala Dinas Perdagangan NTB itu termasuk dari 134 tokoh di Indonesia yang dinilai telah berjasa menumbuhkembangkan kehidupan berkoperasi dan usaha kecil menengah (UMKM) di daerahnya masing-masing.

Istri Ketua PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, tersebut memperoleh penghargaan bergensi Nasional dari Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga berupa “Bakti koperasi dan usaha kecil dan menengah 2017”.

Menariknya, Selly tercatat hanya menjabat selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB tidak lebih dari tujuh bulan.

“Kefokusan dan keuletan kinerja Bu Selly dalam membina para usaha kecil dan menengah yang kini bisa tumbuh kembang dan maju di NTB, membuatnya layak kita nobatkan sebagai peraih penghargaan bakti koperasi dan UMKM,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menjawab wartawan yang dihubungi melalui telpon selulernya, Rabu (12/7).

Mantan Wagub Bali tersebut mengaku jika pemberian penghargaan pada NTB kali ini merupakan yang pertama kalinya. Penghargaan pada 134 tokoh penerimanya tersebut dilakukan melalui tim seleksi yang beranggotakan para pakar (akademisi) dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kinerja mereka juga dibantu oleh tim yang dibentuk dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Bu Selly kami kami anggap layak menerima penghargaan ini lantaran jerih payah, serta terobosannya guna membina para UKM dan koperasi di NTB sudah terlihat nampak memberikan nilai tambah yang dirasakan para pengusaha kecil dan koperasi di wilayahnya. Jadi, sudah semestinya provinsi NTB perlu bangga memiliki pejabat bernama bu Selly ini,” tegas Puspayoga.

Penyematan lencana dan penghargaan pada Selly Andayani dan 134 tokoh di Indonesia dilakukan oleh Menkop AAGN Puspayoga saat peringatan 70 tahun Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Ball Room Hotel Karebosi Kota Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (11/7) malam.

Selain Selly, penghargaan serupa juga diterima oleh KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, serta 20 orang bupati dan walikota. Aa Gym, pembina Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Darut Tauhid, Bandung termasuk satu dari 48 tokoh masyarakat penerima penghargaan Bakti Koperasi 2017.

Sementara, para bupati dan walikota penerima Penghargaan Bakti Koperasi 2017 itu antara lain Bupati Deli Serdang (Sumut), Bupati Garut (Jabar), Bupati Tasikmalaya (Jabar), Bupati Kudus (Jateng), Bupati Kapuas Hulu (Kalbar), Bupati Tanah Laut (Kalsel), Walikota Tangerang, Walikota Gorontalo, Walikota Bitung (Sulut), Walikota Makassar (Sulsel), Walikota Ternate (Maluku Utara), Wakil Walikota Bandung (Jabar), dan Wakil Walikota Mataram (NTB).

Selebihnya para ketua koperasi dan kepada dinas koperasi tingkat provisi dan kota/ kabupaten. “Untuk NTB, baru Bu Selly yang menerima penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM 2017. Ini karena dia mampu memajukan kegiatan koperasi dan UKM,” ujar Puspayoga.

Saat penyerahan penghargaan tersebut, Menkop Puspayoga didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid.

Menkop mengungkapkan, pihaknya tengah menggulirkan program Reformasi Koperasi untuk menghasilkan koperasi berkualitas. “Koperasi berkualitas sudah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), Kewirausahaan dan bisnis e-Commerce,” jelas Puspayoga.

Data yang dikumpulkan Kementerian Koperasi dan UKM dan BPS menunjukkan, kontribusi koperasi sebagai suatu lembaga terhadap PDB Nasional pada 2013 sebesar 1,71 persen. Sedangkan saat ini, kontribusi PDB koperasi meningkat hingga 3,99 persen di akhir 2016.

Tak hanya PDB, capaian positif juga terjadi di program kewirausahaan nasional. Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah sudah menjalankan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Puspayoga mengatakan, GKN adalah gerakan yang tumbuh dari bawah, sehingga memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang. Rasio tingkat aktivitas kewirausahaan Indonesia pada 2013 semula sebesar 1,55 persen. Di akhir 2016 meningkat sebesar 3,01 persen.

RATUSAN KOPERASI TERBENTUK
Sementara itu, data menunjukkan jika Selly selama menjabat Kadis Koperasi Koperasi dan UKM NTB, kendati singkat, namun ditangan dinginnya, ia mampu membentuk sebanyak 200 koperasi syariah dari target hingga akhir tahun 2018 sesuai RPJM mencapai 500 koperasi syariah yang harus terbentuk.

Hal tersebut lantaran, selama tujuh bulan menjabat, mantan Plt Walikota Mataram itu tak henti-hentinya, baik siang dan malam terus bekerja intensif melakukan sosialisasi ke semua pondok pesantren (Ponpes) di NTB.

Selain itu, dalam pengelolaan keuangan baik itu koperasi dan UKM di NTB. Selly dinilai berani membuat kebijakan. Diantaranya, memisahkan antara uang usaha dengan uang pribadi yang harus dibedakan, tertib administrasi, dan tertib pengelolaan keuangan. Hal menurutnya, agar UMKM dan koperasi di NTB dapat naik kelas.

“Makanya, ini coba saya fokuskan melalui pengintensifan kegiatan pendidikan dan pelatihan pengelolaan keuangan. Alhamdulillah, hasilnya para UKM dan koperasi kita mulai kini, terlihat baik dari sisi pengelolaan keuangannya,” ungkap Selly Andayani menjawab wartawan yang dihubungi terpisah, kemarin.

Ia berharap, penghargaan yang kini diraihnya dalam bidang Bakti Koperasi dan UKM ini, akan menjadi pemicu semangat bagi pemerintah dan pengurus koperasi di NTB untuk terus berkiprah dalam pengembangan koperasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Sekali lagi, penghargaan Bakti Koperasi yang saya terima ini, merupakan hasil kerja keras kita bersama, termasuk para pengurus koperasi dan UKM yang telah berkontribusi untuk pengembangan koperasi di NTB. Semoga ke depan terus lebih baik, guna menjadikan ikhtiar memajukan masyarakat NTB dapat terwujud,” tandas Selly Andayani. fahrul

Leave A Reply