A place where you need to follow for what happening in world cup

Ancam Mahasiswa Gunakan Senjata, NDI Minta APH Tindak Tegas Oknum “Debt Collector”

106

FOTO. Abdul Majid. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Aksi premanisme berupa pengancaman yang dilakukan oknum debt colector kian marak di wilayah Provinsi NTB. Kali ini, korbannya adalah, mahasiswa PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB yang tengah melaksanakan Mapaba di Kantor Desa Bagek Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat pada Jumat sore (24/9) sekitar pukul 17:00 Wita.

Parahnya, pengancaman berupa leasingitu dilakukan oknum debt collector pada mahasiswa berinsial ZA dengan menggunakan senjata.

Terkait hal itu, Nusa Tenggara Development Institute (NDI) mengecam aksi premanisme menggunakan senjata yang dilakukan oknum debt collector pada seorang mahasiswa tersebut.

“Kami minta aparat penegak hukum (APH) untuk segera menindak tegas pelaku debt collector yang menggunaka cara premanisme dalam mengatasi kredit macet itu,” kata Direktur NDI, Abdul Majid dalam siaran tertulisnya, Sabtu (25/9).

Menurut Majid yang juga Alumni PMII itu, jika ada masalah kaitan dengan kredit macet yang dilakukan mahasiswa, maka harusnya dilakukan dengan cara yang beradab dan manusiawi.

“Jika ada yang main bawa senjata kayak begitu. Maka itu, kasar dan tidak manusiawi. Ini sudah keterlaluan dan meresahkan masyarakat,” tegas dia.

Majid menegaskan, tindakan oknum debt collector yang membawa senjata saat bertugas itu, sangat tidak dibenarkan dalam aturan. Apalagi, kabarnya oknum tersebut mengaku sebagai anggota kepolisian.

“Jika ia anggota polisi apa urusannya dengan debt collector, dan tidak boleh dia pakai senjata, Kapolda harus atensi kasus ini,” tandas Majid. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas