Berbagi Berita Merangkai Cerita

Anak Terpapar Covid Tinggi, Anggaran Masker Anak di Kota Mataram Justru Nihil

46
Nyanyu Ernawati

MATARAM, DS – Jumlah anak di NTB yang terpapar virus mematikan asal Wuhan negara Tiongkok sempat menempati urutan kedua nasional setelah Provinsi Jawa Timur berdasarkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19. Ironisnya anggaran untuk masker anak justru nihil.

Wakil Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mencak-mencak. Ia marah besar dengan kinerja gugus tugas penanganan covid-19 Kota Mataram yang dinilainya tidak peka atas kondisi masyarakat.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Mataram itu, item pengadaan masker anak dalam refocusing anggaran di sejumlah OPD yang menjadi bagian dari tim gugus tugas Pemkot setempat, justru tidak ada klausul pengadaan masker anak.

Padahal, angka kasus anak-anak di NTB, khususnya Kota Mataram sangat tinggi. “Gugus Tugas Kota Mataram tak peka dan tak punya hati,” tegas Nyayu dalam siaran tertulisnya, Minggu (5/7).

Saat rapat dengar pendapat dengan jajaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Mataram diantaranya pihak BPBD dan BP3A Kota Mataram. Nyayu sempat menegur dua OPD tersebut.

Ia mengherankan, pengadaan masker bagi anak-anak di Mataram tidak satupun dianggarkan oleh dua OPD tersebut.

Namun, pengadaan masker bagi kalangan dewasa malah besar dianggarkan. Padahal, anak-anak sering dibawa ke pasar dan keluar rumah oleh orang tuanya.

“Kota Mataram ini aneh. Di daerah lain pada dianggarkan pengadaan masker anak. Tapi, di Mataram enggak ada. Ingat, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi oleh semua pihak,” tandas Nyanyu Ernawati.

Terkoreksi

Sebelumnya, Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany berkilah, anggaran mereka pada refocusing tahap pertama maupun tahap kedua, terkoreksi. Di tahap pertama, anggaran yang diusulkan Rp168 juta lebih terkoreksi menjadi Rp 80 juta lebih.

Sedangkan pada refocusing tahap kedua, dari usulan Rp134 juta lebih, anggaran di DP3A Kota Mataram terkoreksi menjadi Rp77 juta lebih. Namun setelah dicecar Pansus, DP3A Kota Mataram mengaku, belum mengajukan pengadaan masker anak. Pihaknya, kata Dewi, bergerak pada pengadaan kebutuhan spesifik untuk tumbuh kembang dan ketahanan fisik anak dan perempuan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.