Berbagi Berita Merangkai Cerita

Anak Keluarga PKH Antarkan NTB Raih Juara Nasional Sepakbola

120

//FOTO Inilah tim sepakbola FOSSBI U-21 yang mengharumkan nama NTB di Kejurnas FOSSBI U-12 Liga Pelajar Piala Fossbi Nasional IV Tahun 2020 di Tangsel, Provinsi Banten, kemarin. (FOTO. DINSOS)

MATARAM, DS – Prestasi gemilang ditorehkan anak keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di NTB. Kali ini, atas nama Ifdatul Iksan, siswa kelas VII SMPN Woha Kabupaten Bima.

Ifdatul (11) yang tergabung pada Tim Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia ( FOSSBI) U-21 dan menjadi bagian tim kontingen Provinsi NTB di Kejurnas FOSSBI U-12 Liga Pelajar Piala Fossbi Nasional IV Tahun 2020 di Tangerang Selatan, Provinsi Banten berhasil menyabet juara pertama pada ajang bergengsi di salah satu event sepakbola tanah air itu.

Tim FOSSBI NTB pada kejuaraan itu menggulung tim unggulan, yakni Provinsi DKI Jakarta, Kamis (24/12) kemarin. Menariknya, Ifdatul yang berpostur paling kecil, serta satu – satunya putra asli Bima, justru menjadi andalan di tim NTB tersebut.

Pendamping PKH Bima, Susanti membenarkan jika Ifdatul merupakan anak dari keluarga penerima PKH di wilayahnya. “Ifdatul yang bertubuh paling kecil dipercaya sebagai penyerang (striker). Dan saat ini, usianya masih 11 tahun,” kata dia pada wartawan dalam siaran tertulisnya, Jumat (25/12).

Menurut Susanti, Ifdatul dilahirkan dari keluarga miskin. Hanya saja, bakat putra kedua dari pasangan Siti Aminah dan Abdul Haris itu menurun dari sang ayah.

Ifdatul dikenal hanyalah pemain sepak bola antar klub di tingkat desa. Dimana, setiap harinya, ia menghabiskan waktunya di lapangan hijau di Desa Nisa, Kecamatan Woha tidak jauh dati rumahnya.

Namun, saat dipanggil memperkuat kontingen Provinsi NTB di level nasional. Ifdatul terlihat percaya diri. Padahal, ibunya adalah salah satu peserta penerima manfaat PKH.

“Tergolong keluarga tidak mampu, tapi keluarga PKH itu melahirkan anak yang berprestasi. Jadi, ini adalah inspirasi jika bakat terus dikembangkan guna mengubah ekonomi keluarga, maka Insya Allah akan ada jalannya,” tandas Susanti. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.