Berbagi Berita Merangkai Cerita

Amankan Suara, PDIP NTB Bekali 63 Pelatih Saksi untuk 7 Daerah

91

MATARAM, DS – Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDI Perjuangan NTB  menggelar pelatihan pelatih saksi, dimulai pada Sabtu (22/8). Kegiatan dari pagi hingga malam dengan 63 orang pelatih saksi itu, berlangsung di Kantor DPD PDIP setempat di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Ketua BSPN DPD PDIP NTB, Raden Nuna Abriadi, mengatakan, peran saksi dalam memenangkan pemilukada kali ini sangat penting. Mengingat, kerja partai seperti penggalangan pemilih hingga menghimpun suara/dukungan bisa saja menjadi sia-sia tanpa keberadaan saksi yang solid. Terutama, saksi dalam setiap tingkatan.

“Sebab, saksi adalah kunci kemenangan partai dalam hal pengamanan dan pengawalan suara dalam pemilu,” ujar Nuna pada wartawan, Minggu (23/8).

Anggota DPRD NTB itu mengatakan bahwa tujuh pilkada di NTB menjadi target partai untuk dimenangkan. “Tugas-tugas memenangkan Pilkada Serentak 2020 adalah satu tarikan nafas dengan tugas memenangkan pemilu 2024,” tegas Nuna.

Menurut dia, perhelatan pemilukada pada 9 Desember 2020 merupakan titik awal partainya untuk mencapai target kemenangan di 2024. Hanya saja, lantaran pemilukada berlangsung pada era pandemi Covid-19, maka PDIP juga melakukan pelatihan pelatih saksi dengan  menyesuaikan pada regulasi yang baru. Yakni, Perpu Nomor 2

“Para pelatih saksi ini nantinya yang akan melatih para saksi dari tingkat TPS hingga tingkat kabupaten/kota,” kata Nuna seraya mengungkapkan, khusus saksi partai harus mulai melakukan sejumlah antisipasi. Diantaranya, menurunya tingkat partisipasi pemilih sampai denga pragmatisme pemilih dan pengunaan kekuasaan oleh para calon pertahana

Nuna menjelaskan, pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Panitia juga meminta para peserta membawa hasil rapid test dari daerah masing-masing.

Tidak itu saja, panitia juga melakukan pengukuran suhu badan termasuk rapid test tersendiri kepada calon peserta sebelum memasuki tempat acara. “Jika ada peserta yang reaktif, tentu kami pulangkan,” tandas Nuna Abriadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.