Berbagi Berita Merangkai Cerita

Amankan Kayu Ilegal Petugas BKPH di Bima Babak Belur Dikeroyok Warga

53

FOTO. Inilah petugas BKPH Madapangga Rompu Waworada yang mengalami luka-luka pasca dikeroyok warga saat mengamankan kayu hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung di sekitar Desa Woro, Kabupaten Bima. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Sebanyak  dua anggota Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Madapangga Rompu Waworada di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima dikeroyok massa saat mengamankan kayu hasil pembalakan liar.

Salah seorang korban, Fitrah Fadli mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (4/9) lalu. Fitrah bersama rekannya Khaerudin dikeroyok massa. Pengeroyokan terjadi saat tim mereka akan mengangkut kayu jati sebanyak empat kubik dari hasil illegal logging hutan lindung di sekitar Desa Woro.

“Saat akan mengangkut kayu, seorang tim memberitahu bahwa akan ada penghadangan oleh warga Woro. Pengangkutan kayu itu pun gagal. Tim akhirnya kembali ke markas dengan memakai sepeda motor,” ujar Fitrah saat dihubungi wartawan melalui sambungan teleponnya, Selasa (8/9).

Saat di tengah jalan hendak kembali ke kantor, tim dihadang sejumlah warga sembari bertanya mana kayu yang mereka sita.

“Dia tanya, mana kayu itu, langsung kami dipukul hingga Khaerudin terluka parah. Saya bisa selamat karena ada warga yang bantu karena saya bilang saya orang Ngali (salah satu desa di Kecamatan Belo),” kata Fitrah.

Akibat kejadian tersebut, wajah Khaerudin robek akibat pukulan benda oleh massa bertubi-tubi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pasca kejadian itu, pihaknya langsung melaporkannya kasus penganiyaan pada Polsek Madapangga. Namun Fadli mengungkapkan bahwa belum ada satupun pelaku yang ditangkap.

“Jangankan pelakunya ditangkap, saksi saja belum dipanggil,” ungkapnya.

Fitrah mengungkapkan, sebelum mengambil kayu hasil illegal logging tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Kepala Desa Woro.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Madani Mukarom dikonfirmasi baru-baru ini, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya akan memproses hukum para pelaku itu.

“Kami akan proses hukum terhadap para penganiaya tersebut.  Sementara, pelakunya sedang kami intai,” tegasnya.

Terpisah, Gubernur NTB Zulkieflimansyah turut prihatin terhadap peristiwa tersebut. Pihaknya sudah meminta kepada Kapolda untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan itu.

“Ya, saya turut prihatin terhadap apa yang menimpa sahabat kita. Saya sudah minta langsung Pak Kapolda mengusut ini sampai tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan. Masyarakat harus semakin
diberi pengertian akan penting kitamerawat dan menjaga hutan kita,” tandas Bang Zul. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.