Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ali BD Tegaskan Jabatan Tidak untuk Raih Kekayaan

0 5

LOBAR,DS-Dalam berbagai kesempatan, Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan atau yang lebih akrabnya dikenal dengan Ali BD kerap menyampaikan bahwa tahun ini hingga 2018 merupakan tahun politik. Sebab, Juni 2018 mendatang, Lombok Timur dan juga Nusa Tenggara Barat akan memilih kepala daerahnya untuk periode 2018-2023.

 

Sejumlah kandidat sudah mulai tebar pesona melalui berbagai media sosialisasi, baik yang ingin merebut simpati warga agar terpilih menjadi Bupati Lombok Timur maupun yang ingin menjagi Gubernur Nusa Tenggara Barat pasca berakhirnya masa jabatan gubernur sekarang.

 

Sebagai politikus sejak lama dan kerap mengikuti pemilihan kepala daerah sebagai kandidat, meskipun terkadang gagal meraih kemenangan, Ali BD tentunya memiliki pengalaman yang begitu banyak dan memahami betul seluk beluk politik dan pemerintahan. Sebagai bupati di daerah dengan penduduk terbesar di NTB, Ali BD sangat faham dengan kondisi sosial kemasyarakatan dan juga roda pemerintahan.

 

Jabatan kepala daerah kerap menjadi buah bibir dan diminati para pesohor di tanah air. Begitupun halnya di NTB. Namun, bagi Ali BD yang sudah mengenyam jabatan kepala daerah sebanyak 2 periode ini mengingatkan para kandidat yang getol mensosialisasikan diri untuk dapat meraih kursi kepala daerah agar menghapus dalam angan-angannya bahwa jabatan kepala daerah akan mendatangkan kekayaan yang berlimpah. Karena sesungguhnya, jabatan kepala daerah itu bukanlah jabatan yang menjanjikan kekayaan.

 

Saat menghadiri acara halal bihalal Keluarga Besar Pondok Pesantren Darussalam di Dusun Bermi Desa Babussalam Kecamatan Gerung, Lombok Barat pada Kamis (20/7) kemarin, Ali BD menyampaikan bahwa gaji seorang bupati itu tidak banyak, hanya 6 juta. Oleh karena itu, jika ada orang yang beranggapan  bahwa dengan menjadi seorang bupati atau pejabat lainnya, maka akan menjadi kaya, Ali BD menyebutkan bahwa anggapan itu sangat tidak berdasar.

 

Menjadi seorang pejabat, lanjutnya, gajinya sudah ditetapkan negara dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Jadi, jika ada pejabat yang kemudian karena jabatannya itu menjadi kaya, maka perlu dipertanyakan asal kekayaannya itu. Pantas dicurigai bahwa hasil kekayaannya itu diraih dengan cara-cara yang tidak benar.

 

Atas dasar itulah, Ali BD menyampaikan bahwa kegemarannya dalam berpolitik bukan karena ingin kaya. Tapi, ingin menjalankan kepemimpinan yang benar untuk bangsa dan negara.KRISMA AG

Leave A Reply