Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ali BD Melangkah Sampai Unibraw

0 7

MALANG,DS-Kemenangan calon independen di Lombok Timur dalam pilkada beberapa waktu lalu, menarik perhatian mahasiswa Fakultas Ilu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang. Karena itu, pada Selasa (18/4), Bupati Lombok Timur, Dr.H.Moch.Ali bin Dachlan, diundang dalam acara dialog sekaligus Bedah Buku “Bupati Independen” di perguruan tinggi setempat.

Di hadapan mahasiswa dan dosen di Lantai III universitas ternama tersebut Ali memaparkan perjalanannya sebagai bupati sejak tahun 2003-2008. Dalam siklus kepemimpinannya kala itu, Ali menagalami berbagai gejolak, bahkan sempat diimpeatchmen wakil rakyat. Pada saat itu, kedudukan wakil rakyat begitu kuat.

Namun, Ali justru tidak menerima keputusan pemberhentian itu dari Mendagri sehiingga kepemimpinannya tetap jalan. Seiring dengan berjalannya waktu, UU otonomi daerah kemudian direvisi sehingga kedudukan DPRD tidak lagi seperti semula yang berhak memberhentikan kepala daerah semaunya.

Ketika memenuhi naluri rakyat agar dia menempuh jalur independen setelah sebelumnya sempat kalah, bagi Ali, jalur ini memberikan ruang kebebasan pada dirinya., termasuk kebebasan bagi rakyat untuk memilih atau tidak memilih dirinya. Dan, rakyat nampaknya menghendaki Ali untuk menduduki kembali jabatan yang pernah disandangnya pada periode2013-2018.

Selama pemerintahannya, berbagai terobosan dilakukan. Walau dengan anggaran yang sangat terbatas, berbagai langkah dilakukan lewat pengiritan anggaran yang menghasilkan produk pembangunan di berbagai bidang.

“Saya melakukan pengiritan anggaran yang tidak penting,” katanya.

Beberapa hal yang membuat terpilihnya Ali, menurut penulis Riyanto Rabbah yang memberikan pemaparan keberhasilan mantan aktifis LSM ini, tidak lepas dari investasi sosial yang pernah dibangunnya. Ketokohannya tidak lepas dari peran sertanya dalam pembangunan bahkan ketika sebelum menjadi bupati.

Kepemimpinan Ali bisa saja menjadi menjadi pembanding bagi kepala daerah lain dalam tata kelola pemerintahan. Malah dalam pengelolaan zakat, Bazda setempat menerima perhatian luas dan menjadi lokasi study banding lain. Berbagai program yang dilakukan itulah yang mendongkrak popularitas Ali sehingga kehadirannya sangat dirindukan.

Lagu-lagu yang diciptakan masyarakat pendukungnya tanpa pesanan merupakan suara hati yang paling dalam sebagai ekspresi yang paling hakiki antara harapan dan kerinduan.

Menurut penulis buku lain, Widiyanto, dari aspek pemerintahan tidak ada hal yang berbeda dilakukan Ali, karena setiap program melibatkan tim dalam menganalisanya. “Setiap usulan sepanjang mengandung logika yang tepat, itu semua bisa dijalankan. Makanya dalam memberikan usulan harus tetap dengan parameter logis. Logis tidak, kalau logius pasti jalan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu sejumlah mahasiswa asal Pulau Lombok melakukan dialog. Mereka juga mempertanyakan kondisi asrama Rinjani yang dikelola tiga kabupaten yang masih bermasalah. Namun Ali tidak mengetahui pasti keberadaan asrama mahasiswa asal Lombok itu, kecuali asrama yang dibangunnya di Yogyakarta. r.rabbah

Leave A Reply