Berbagi Berita Merangkai Cerita

ALI BD HARAP KANDIDAT KEPALA DAERAH TAK TEBAR FITNAH

0 11

SELONG,DS-Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), baik di Kabupaten Lombok Timur maupun di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat kian dekat. Sejumlah tokoh yang sudah siap bertarung untuk menduduki jabatan kepala daerah mulai gencar melakukan sosialisasi dan pengumpulan massa. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai macam cara dengan memanfaatkan alat peraga maupun penyebaran informasi melalui media massa, cetak, elektronik maupun media sosial berbasis internet.

Sosialisasi yang dilakukan sejumlah kandidat untuk mempengaruhi pemilih, terkadang tanpa memperhatikan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, seperti pemasangan alat peraga sosialisasi berupa baliho kandidat di tempat-tempat yang tidak seharusnya dan ada juga dengan propaganda yang melanggar norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Melihat perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan, merasa perlu angkat bicara terkait tindakan para kandidat dan pendukung yang terkadang saling menjatuhkan dengan harapan dapat menarik simpati masyarakat.

Di hadapan ribuan masyarakat Lombok Timur yang memenuhi arena bedah buku yang mengangkat namanya di Labuhan Haji, Sabtu (4/3), Bupati mengingatkan para kandidat tidak melakukan fitnah dalam upayanya meraih simpati pemilih. Sebab, fitnah itu tidak dibenarkan oleh agama.

“Kalau mau maju untuk jadi kepala daerah, silahkan maju saja. Jangan menjatuhkan kandidat lain. Jangan sebar fitnah ini itu di tengah masyarakat. Mari berkompetisi dengan santun dan baik,” tegasnya di Labuhan Haji.

Bupati sendiri sejauh ini, meskipun sangat besar berita yang menyebutkan bahwa dirinya akan maju menjadi calon kepala daerah NTB pada pilkada 2018 mendatang, masih belum mau berbicara banyak tentang pencalonannya. Bahkan, untuk memasang baliho fotonya saja, Bupati tidak pernah memerintahkan siapapun untuk memasangnya di jalan raya. Kalaupun ada, itu murni partisipasi masyarakat yang mendukung pencalonannya untuk bisa menjadi pemimpin NTB periode 2018-2023.

“Pilkada itu masih jauh. Jangan main sikut. Saya sendiri tidak pernah memerintahkan siapapun untuk memasang baliho foto saya di jalan biar dilihat orang. Demi Allah, saya tidak pernah menyuruh orang untuk memasang baliho. Baliho-baliho foto saya yang ada itu, murni partisipasi masyarakat yang menginginkan saya maju dalam pilkada,” imbuhnya. KRISMA AG

Leave A Reply