Berbagi Berita Merangkai Cerita

Alhamdulillah, Tak Ada Kasus Baru Positif Covid – 19 Dihari Senin

0 25

MATARAM,DS-Senin (13 April 2020), tidak tidak ditemukan kasus baru, sembuh, maupun meninggal karena Covid-19. Jumlah konfirmasi positif Covid-19 tetap sebanyak 37 orang dengan rincian 4 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia dan 31 orang masih positif dan menjalani perawatan dengan kondisi klinis kesehatan semakin membaik.

Hal itu dikemukakan Sekda NTB yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs.HL Gita Ariadi dalam rilisnya, Senin (13/4).

Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 146 orang dengan perincian 60 (41 %) PDP masih dalam pengawasan, 86 (59 %) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 12 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.812 orang, terdiri dari 1.385 (36 %) orang masih dalam pemantauan dan 2.427 (64 %) orang selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.695 orang, terdiri dari 3.914 (69 %) orang masih dalam pemantauan dan 1.781 (31 %) orang selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 26.328 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 15.240 (58%) orang dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 11.088 (42 %) orang.

Identifikasi Tujuh Klaster Sumber Penyebaran Covid 19

Pada bagian lain Sekda mengemukakan bahwa petugas kesehatan telah mengidentifikasi 7 klaster sumber penyebaran Covid-19, yaitu Klaster Gowa, Klaster Bogor, Klaster Jakarta, Klaster Sukabumi, Klaster Bali, Klaster Luar Negeri/ kapal pesiar dan Klaster transmisi lokal.

Dari seluruh klaster tersebut, Klaster Gowa mencatat kasus positif paling banyak yakni sebanyak 10 kasus positif Covid-19. Jumlah ini berpotensi bertambah karena dari 750 orang warga NTB yang pulang dari kegiatan di Gowa Sulawesi Selatan, sebanyak 369 orang telah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test, dengan hasil 16,5% menunjukkan reaktif sedangkan 83,5% non reaktif.

“Selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang valid akan diuji sampel swab pada laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium pada Rumah Sakit Unram,” ujar Gita Ariadi.

Untuk menghindari penularan lebih luas, diminta kepada semua warga yang pulang dari daerah terjangkit, khususnya untuk warga yang pulang dari Klaster Gowa, diminta tetap disiplin melaksanakan isolasi diri, terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga keselamatan diri, keluarga dan masyarakat luas.

“Jujur memberikan informasi dan melaporkan diri kepada petugas medis. Taat kepada pemerintah adalah bagian dari ajaran agama, sehingga kami yakin warga yang baru pulang dari Klaster Gowa akan membantu pemerintah dengan maksimal untuk keselamatan bersama,” papar Sekda seraya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19. “Kita semua adalah garda terdepan untuk mencegah dan menghentikan penularan virus ini. Oleh karenanya, mari terus jaga kewaspadaan, memperhatikan seluruh himbauan pemerintah, menerapkan physical distancing minimal dua meter, senantiasa menjaga kebersihan, sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir, sebisa mungkin tetap berada di rumah serta selalu memakai masker jika terpaksa harus keluar rumah”.

Ia berharap seluruh Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) wajib melaksanakan karantina rumah secara disiplin selama 14 hari. Demikian juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) wajib mengikuti karantina terpusat yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat. “Karena hanya dengan cara inilah kita bisa berkontribusi untuk mewujudkan keselamatan bersama,” ujarnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah jujur dalam memberikan keterangan/informasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat diberikan penanganan yang cepat dan tepat. Sebab jika melanggar bukan hanya membahayakan bagi keluarga dan semua masyarakat, namun juga bisa dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119. hm

Leave A Reply