Berbagi Berita Merangkai Cerita

Aktifkan Satgas Covid Desa

28

FOTO. dr. H. L. Hamzi Fikri dan dr H Usman Hadi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. L. Hamzi Fikri, mengatakan, senjata utama penanggulangan Covid-19, yakni dengan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 yang berada di masing-masing desa.

Menurut dia, jika ada warga yang terpapar Covid-19 harus segera ditangani. Sementara, program vaksinasi yang kini terus digalakkan pemerintah bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Hamzi mengungkapkan, vaksinasi tahap pertama untuk tenaga Kesehatan (Nakes) di NTB sudah mencapai angka 83,1 persen.

“Target kita pada Februari ini minimal semua Nakes di kabupaten/kota bisa bisa mencapai 90 persen lebih,” kata dia pada wartawan, Jumat (19/2).

Mantan Dirut RSUP Provinsi NTB itu menyatakan, program vaksinasi harus didukung oleh semua pihak. Hal ini agar kehidupan masyarakat bisa menjadi sehat, aman dan produktif.

“Yang utama, kita akan bisa kembali berjalan secara berdampingan. Ini yang selama ini tidak bisa dilakukan selama pandemi Covid-19 yang kini masih berjalan,” ujar Hamzi Fikri.

Sementara itu, Data Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat, hingga 13 Februari 2021 lalu, terdapathampir 2.000 tenaga kesehatan (nakes) dari target 7.000 nakes di Mataram tidak bisa mendapatkan vaksin Covid-19 karena berbagai faktor.

“Realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap nakes di Mataram tahap pertama sebanyak 5.012 orang dari target 7.000 orang nakes. Selisihnya tidak bisa divaksin, karena berbagai faktor,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi saat dikonfirmasi terpisah.

Usman Hadi yang baru masuk kerja setelah menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 mengatakan, nakes yang tidak bisa divaksin Covid-19 antara lain, karena nakes tersebut sudah terpapar positif Covid-19, ada yang hamil dan ada juga yang memiliki penyakit komorbid.

“Para nakes ini bukannya tidak mau divaksin, tapi mereka tidak memenuhi kriteria untuk divaksin Covid-19,” jelasnya

Sementara terkait dengan pemberian vaksin tahap kedua, menurut Usman, berdasarkan data yang sama (13 Februari 2021-red), pelaksanaan vaksinasi nakes tahap kedua mencapai 3.142 orang.

“Sisanya ditargetkan tuntas akhir bulan ini. Semoga, Maret 2021, kita bisa persiapkan untuk kegiatan vaksinasi kepada aparatur sipil negara (ASN),” kata Usman.

Sedangkan, untuk pemberian vaksin Covid-19 untuk nakes usia di atas 60 tahun, katanya, sudah mulai dilaksanakan. Namun jumlahnya kalau untuk di Dinas Kesehatan tidak ada karena rata-rata nakes usia itu sudah purna tugas.

“Yang ada mungkin di rumah sakit, sebab dokter spesialis rata-rata masa kerja 65 tahun,” tandas Usman Hadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.