Berbagi Berita Merangkai Cerita

Akomodir Penyandang Disabilitas dalam Pilkada 2018

0 5

MATARAM, DS – Hingar bingar pelaksanaan pilkada serentak di NTB tahun 2018 diharapkan agar tidak melupakan keterlibatan dan partisipasi pemilih warga tertinggal ekonomi dan penyandang disabilitas di daerah ini.

Lembaga kajian sosial politik di NTB M-16, menilai pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu, acap kali mengenyampingkan hak-hak warga tertinggal ekonomi dan penyandang disabilitas dalam bidang politik, misalnya pada Pemilu.

Direktur M-16, Bambang Mei F mengatakan para warga tertinggal ekonomi dan penyandang cacat juga memiliki hak politik yang sama dengan warga lainnya. Hak politik mereka harus diberikan dan disamaratakan dengan warga lainnya. Terlebih, mereka yang lemah dan terkebelakang tingkat sosial ekonominya kerap dijadikan sebagai penonton dalam pesta demokrasi.

Modusnya, kata dia, hak suara mereka diburu tanpa mereka mengerti untuk perubahan atau perbaikan seperti apa hak suara mereka berikan. “Hal ini yang kami pandang perlu dibahas bersama. Kami berencana, akan membedah pemenuhan hak-hak mereka dalam Diskusi Kamisan yang kita rencanakan kita gelar pada Kamis (23/3) mendatang,” ungkap Bambang menjawab wartawan, Selasa (21/3).

Ia mengatakan, untuk membadah persoalan itu, pihaknya telah mengundang sejumlah pihak terkait. Diantaranya, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, dan dosen IPDN Jatinangor Dr. H.Lalu Wildan.

“Tak lupa, keterwakilan dari warga tertinggal ekonomi dan penyandang disabilitas juga akan kita hadirkan. Yang jelas, diskusi ini terbuka untuk umum,” kata Bambang.

Di tempat sama, Sekretaris M16 Lalu Athari Fath Salim mengaku, dengan membedah posisi hak politik warga tertinggal ekonomi, diharapkan mereka tidak lagi dianggap warga nomor dua dalam pilkada. Menurutnya, kehadiran para pembicara itu akan dapat menarik perhatian civil society dan politisi, serta komunitas lainnya untuk mendorong para kandidat pilkada menetapkan ihwal memajukan ekonomi warga tertingal di daerah kantong-kantong terkebelakang.

“Sehingga, visi dan misi para kandidat calon kepala daerah baik itu, calon gubernur dan calon bupati/walikota dapat mengakomodir keberpihakan para pemilih warga tertinggal ekonomi dan penyandang disabilitas dalam pilkada seretak NTB tahun 2018,” ujar Lalu Athari Fath Salim. fahrul

Leave A Reply