Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ajak Generasi Milenial Mataram Raup Peluang Industri 4.0, Selly Gagas Santri Mart dan I-Shop NTB

0 18

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani mengimbau para generasi muda di Kota Mataram harus bisa menguasai teknologi, serta informasi untuk menghindari ketertinggalan dan mampu bersaing serta survive di era Revolusi Industri 4.0.

Menurut Selly, tanpa mengusai teknologi dan informasi, maka generasi milenial akan tertinggal jauh dalam perkembangan dunia. Meski demikian, umumnya kalangan muda sangat suka membuka usaha berbasiskan online, bukan berbasiskan produksi untuk diekspor.

“Revolusi Industri 4.0 akan merombak pergerakan perekonomian dunia. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kita akan tertinggal jauh dalam perekonomian dunia,” ujar Selly saat menerima kunjungan guru-guru TK Aisyah Bustanul Athfal Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Selasa (24/12) malam.

Ia menjelaskan, era Revolusi Industri keempat ini diwarnai oleh kecerdasan buatan, super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial.

Kata dia, pada era ini semakin terlihat wujud dunia yang telah menjadi kampung global. Selly pun meyakini era Revolusi Industri 4.0 akan memberikan manfaat besar bagi sektor swasta.

“Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan rantai suplainya. Di sisi lain, sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi UKM penyedia teknologi seperti sensor, robotic, 3D printing atau teknologi komunikasi antar mesin,” jelas Selly.

Santri Mart
Disdag, kata Selly, saat ini sedang menggalakkan program Santri Mart, di mana di Pondok Pesantren (Ponpes) akan ada Santri Mart. Pihaknya mengaitkannya dengan revolusi industri 4.0. Di Santri Mart itu tidak ada pembayaran secara tunai atau cash, tapi menggunakan pembayaran non tunai berupa dompet digital dan aplikasi lainnya.

Ia memulai dari Ponpes Darul Hikmah. Saat ini, Selly mengaku sedang merancang bank yang berhubungan adalah Bank BNI 46. Nantinya semua distributor langsung mendrop barang ke Ponpes. Pembayaran nantinya melalui bank. “Itu yang kami sedang garap. Mudah-mudahan akhir November bisa di-launching,’’ katanya.

Selly juga berkeinginan agar Ponpes siap menghadapi revolusi industri 4.0, agar bisa mempunyai ekonomi mandiri. Pihaknya menawarkan tanaman hidroponik yang tidak memerlukan tanah yang luas. Ia sebagai Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama) bersama tim memberikan edukasi kepada mahasiswa Unram, UIN, dan UNU di Ponpes Darul Hikmah di Bengkel.

“Di sana mereka dilatih bagaimana membuat tanaman hidroponik, bagaimana dipasarkan di pasar modern. Saat ini pasar modern membutuhkan 20 Kg per hari selada, itu toko modern, belum UKM. Darul Hikmah saat ini hanya mampu 5 Kg per hari, apalagi nanti KEK Mandalika beroperasi,’’ katanya.

Selly mencontohkan, jika di Kota Mataram tidak mempunyai lahan yang luas, ia mengajak Ponpes menanam hidroponik. Pihaknya juga sudah punya tim dari Kafegama yang bergerak untuk membantu.

*-Shop
Disisi lain proses halal juga berjalan, karena NTB dikenal dengan pariwisata halal. Ia mengharapkan, semua Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki proses yang halal. Bahkan, Disdag memiliki iShop yang saat ini juga terintegrasi dengan android. Semua UKM yang sudah terstandarisasi bisa masuk ke iShop NTB. ‘’Itu sebagai jendela promosi dari UMKM kita. Halal itu harus jujur dari MUI, jangan ambil dari internet,’’ katanya.

Kalau kesulitan memperoleh label halal, Selly mengatakan bisa dibantu melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. UKM akan dibina dan juga ikut pameran. ‘’UMKM ini supaya naik kelas, saya akan bantu menghubungkan dengan BUMN. Kalau ada standarisasinya bisa naik kelas, dan masuk ke iShop,’’ tandas Selly Andayani. RUL.

Leave A Reply