Berbagi Berita Merangkai Cerita

Air Spam Tutuk Belum Dirasakan Masyarakat, Cipta Karya dan PDAM Saling Lempar Tanggung Jawab

160

SELONG, DS – Sistem penyediaan air minum (Spam) sumur tutuk yang terletak di desa pemongkong, kecamatan Jerowaru, masih belum mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat selatan. Padahal, sempat terbersit harapan ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan tersebut setelah sebelumnya pembangunan Spam Tutuk senilai Rp 3.987.196.000, selesai dikerjakan.

Bahkan, ujicoba mengalirkan air ke rumah masyarakat telah dilakukan. Namun harapan tersebut belum bisa terpenuhi lantaran aliran air kembali tersendat.

Kepala Desa Sekaroh, Mansur, membenarkan  saat ditanya wartawan, Jumat (19/06/2020), terkait aliran air bersih dari spam Tutuk yang belum sampai ke desa Sekaroh. Dikatakan oleh Mansur, aliran air dari Spam tersebut belum maksimal. Meskipun sempat dilakukan uji coba beberapa minggu lalu terhadap 95 Sambungan Rumah (SR) yang ada di dusun pengoros, dan dusun Aro Inak.

“Memang beberapa minggu yang lalu sudah di tes, tapi tidak maksimal. Menurut informasi, kalau tidak salah pipanya belum di perbaiki, dan sampai sekarang belum ada air yang datang,” kata Mansur.

Padahal keberadaan air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa sekaroh, terlebih musim kemarau semakin dekat. Masyarakat pun menyematkan harapan besar pada suplai air dari Spam Tutuk tersebut.

“Harapan kami dari pemerintah desa, dan masyarakat sekaroh, semoga airnya cepat di luncurkan. Apalagi, tidak lama lagi akan datang musim kering,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Lombok Timur, Makripatullah mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan PDAM. Dikarenakan Spam Tutuk telah dihibahkan Pemda kepada PDAM.

“Kewenangannya ada di PDAM, karena sudah dihibahkan. Karena tidak ada biaya pemeliharaan di Cipta Karya. Kami hanya membangun,” ujarnya.

Namun dikatakannya, air dari Spam Tutuk telah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sekaroh. “Air itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Yang di Aro Inak, dan Pengoros. Sebanyak 95 SR,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Lotim, Suhirman, yang berhasil ditemui wartawan, mengatakan Spam Tutuk masih menjadi kewenangan Cipta Karya. Karena belum diserahkan secara administratif oleh Cipta Karya kepada PDAM. “Administrasinya belum. Masih tanggungan Cipta Karya,” jawabnya singkat.

Sedangkan terkait tidak adanya air yang mengalir ke rumah warga dikarenakan adanya pipa yang rusak, Suhir menyebut sumber air yang digunakan bukan berasal dari Spam Tutuk. Sembari meminta wartawan untuk mendapat penjelasan dari Direktut Tekhnis.

“Kalau yang disekaroh, kita tidak menggunakan jaringan air Tutuk. Mungkin masalah tekhnis dengan Dirtek saja,” ucapnya.

Dicari di ruangannya untuk dimintai keterangan,  Dirtek PDAM Lotim, Lalu Sriadi tidak berada di tempat. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.