Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ahyar Ragukan SK PKB Usung Amin jadi Bacawagub

0 19

MATARAM, DS – Pernyataan dukungan PKB kepada kandidat petahana H. Muhamad Amin yang diusung menjadi bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) dalam kontestasi Pilkada NTB 2018 masih diragukan bakal calon gubernur (Bacagub) H. Ahyar Abduh. Sebab,  H Lalu Hadrian Irfani atau Lalu Ari selaku Ketua DPW PKB belum pernah menunjukkan bukti tertulis berupa SK DPP terkait penunjukan Amin selaku Bacawagub tersebut.

“Kalau masih hanya omongan saja ya sah-sah saja. Setahu saya, di DPP PKB itu khusus Pilkada NTB dan beberapa daerah lainnya, masih berproses keputusannya. Jadi, belum ada yang final,” ujar Ahyar Abduh menjawab wartawan, Sabtu (23/9).

Ia mengaku akan terus berjuang untuk memperoleh SK DPP PKB. Terlebih, sinyal dukungan pada Walikota Mataram dua periode tersebut berdampingan dengan Bacawagub Mori Hanafi M.Comm masih terbuka lebar.

“Hasil komunikasi saya terakhir, nama saya sudah diajukan ke DPP. Dan itu jadi pertimbangan tim desk Pilkada DPP PKB untuk mengeluarkan remondasi dalam waktu dekat ini,” kata Ahyar Abduh.

Senada Ahyar Abduh. Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB HM. Sakduddin juga meragukan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa terhadap H Muhammad Amin sebagai bakal calon wakil gubernur untuk bertarung di Pilkada NTB 2018. “Kita meragukan dukungan dan cara-cara PKB itu,” tegasnya.

Menurut Sakdudin, manuver PKB dengan memberikan dukungan terhadap H Muhammad Amin dapat memicu terpecahnya koalisi poros tengah yang selama ini sudah terbangun. Bahkan, ia menduga apa yang dilakukan PKB hanyalah untuk H Muhammad Amin.

Gerindra, kata Sakdudin, sudah sejak awal menjalin kesepakatan bersama partai koalisi poros tengah seperti PAN, PPP, Hanura, termasuk PKB untuk mengusung H Ahyar Abduh sebagai bakal calon gubernur dan Mori Hanafi sebagai bakal calon wakil gubernur. Namun justru yang terjadi PKB menelikung dari belakang dengan tiba-tiba mendukung Muhammad Amin yang saat ini menjabat Wakil Gubernur NTB.

“Kami sudah ada koordinasi sejak awal, musyawarah bahkan hingga perjanjian untuk sama-sama mendukung. Tapi apa yang terjadi mereka mendukung calon lain. Mestinya komitmen ini diingat,” ujar Sakdudin.

Ia menyayangkan inkonsistensi PKB yang tidak menjunjung tinggi komitmen bakal calon yang akan diusung. “Aneh yang tidak menyampaikan visi dan misinya dipilih. Kami tidak keberatan tapi yang jelas kita meragukan komitmen PKB,” tandas Sakdudin. fahrul

 

Leave A Reply