Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ahyar Bebaskan Putranya Tentukan Sikap Politik

24

MATARAM, DS – Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh mulai melunak terkait arah dan dukungannya pada Pilkada Mataram tahun ini. Kepala daerah dua periode itu menyerahkan sepenuhnya pilihan politik pada putra sulungnya, H Badruttamam Ahda untuk menentukan siapa pasangannya yang tepat.

Ahyar enggan menanggapi rumor sikapnya kali ini lantaran rencananya memasangkan sang putra guna mendampingi H Mohan Roliskana sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Mataram di Pilkada 2020, seperti saat dirinya mendampingi Ayah Mohan, Almarhum HM. Ruslan pada Pilkada sebelumnya, pupus karena tidak memperoleh restu dari keluarga besarnya.

“Teman – teman media bertanya ke saya. Dalam hal ini saya dikaitkan bahwa Ahda adalah anaknya saya. Dia kan sudah dewasa. Ibarat pengantin tidak mungkin dipaksakan. Saya hanya memberikan arahan. Bagaimanapun juga ini jadi tanggungjawab saya. Tetapi segala – galanya dia yang memutuskan,” ujar Wali Kota menjawab wartawan, Kamis (25/6)

Menurut Ahyar, adanya surat tugas masing-masing dari partai politik bagi Mohan dan Ahda menjadi tanda jika keduanya telah diberikan kepercayaan ke paslon untuk melakukan komunikasi politik dengan partai maupun calon lainnya.

Apalagi, antara,Mohan maupun Ahda sama – sama memiliki pasangan masing–masing. Bahkan, mereka telah berjalan jauh pada kontenstasi lima tahunan tersebut. Apalagi Partai Gerindra juga telah kukuh mempertahankan pasangan Lalu Makmur Said – Badruttaman Ahda.

“Dari surat tugas itu kecil kemungkinan Mohan– Ahda bisa diduetkan. Karena 50 persen dari surat itu akan keluar rekomendasi dari parpol untuk mengusung calon. Artinya, sudah ada komunikasi,komitmen dan akad dengan partai politik. Dan, tinggal menunggu finalisasi dari partai untuk mendeklarasikan pasangan calon,” jelas Ahyar.

Ia menegaskan, manuvernya guna mengubah arah dan dinamika politik di Kota Mataram baru-baru ini, sejatinya merupakan hal yang  sudah biasa didalam dunia politik.

Apalagi, kata Ahyar, posisinya yang masih menjabat sebagai Walikota Mataram sangat berat.  “Tugas saya doubel. Disisi lain, harus memberikan yang terbaik serta menjaga kondusivitas serta keberlangsungan proses demokrasi agar berjalan aman dan lancar. Namun disisi lain anaknya saya juga maju. Makanya, saya berkomitmen tak akan melakukan intervensi apapun. Sehingga, posisi ASN di Pemkot Mataram pun bisa tetap netral dan enggak berpihak kemanapun,” tegas Wali Kota menerangkan.

“Kalau soal manuver politik, saya analogikan dengan istilah dalamnya lautan dapat diukur. Dalamnya hati sulit di tebak. Jadi, komunikasi politik sebelum pendaftaran ke KPU memungkinkan untuk dilakukan siaa saja. Termasuk saya juga,” sambung Ahyar Abduh. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.