Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ahyar akan Saingi Suhaili di Musda Golkar NTB  

0 53

MATARAM, DS – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar yang awalnya digelar di Hotel Novotel kawasan KEK Mandalika Loteng bakal dipindah lokasinya ke salah satu hotel di Kota Mataram.

Pemindahan lokasi itu dilakukan lantaran berbagai pertimbangan, diantaranya, efesiensi pembiayaan serta kemudahan akses bagi para peserta Musda yang bakal dihelat pada tanggal 4-6 Maret mendatang.

Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaedah, menuturkan pemindahan lokasi itu merupakan permintaan langsung dari 10 DPD tingkat II yang merupakan peserta aktif kegiatan musda tersebut. Oleh karena itu, pihaknya menolak jika sinyalemen pemindahan lokasi ini terkesan politis sesuai informasi yang beredar selama ini.

“Alhamdulillah, pemindahan lokasi ini diputuskan dalam rapat harian. Jadi enggak ada itu karena alasan politis. Saya selaku Ketua Panitia Musda merespon permintaan para peserta terkait kemudahan akses yang dekat dan faktor pembiayaan itu,” ujar Isvie menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/2).

Ia mengatakan pelaksanaan Musda dilakukan berdasarkan surat edaran dari DPP Golkar yang memerintah DPD I Golkar di semua daerah di Indonesia untuk melaksanakan Musda dalam Bulan Maret ini. Kata Isvie, salah satu agenda paling penting dalam Musda tersebut adalah pemilihan ketua DPD I Partai Golkar NTB untuk masa jabatan lima tahun berikutnya. Saat ini Ketua DPD I Golkar NTB masih dipegang oleh Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT.

“Namun ada informasi yang kami peroleh jika pak Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh juga berminat menjadi salah satu pesaing pak Suhaili di Musda kali ini. jadi, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” kata dia.

Terkait rumor akan majunya Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Ketua DPRD NTB itu mengaku belum mendengar  kabar tersebut.

Menurutnya, dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB, jika merujuk Peraturan Organisasi (PO) partai, sejatinya ada sekitar 14 suara yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se-NTB. Kemudian, satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar.

“Jadi, yang bisa menjadi calon ketua DPD I itu adalah mereka yang pernah jadi pengurus Golkar minimal satu periode baik di tingkat DPD II, DPD I maupun di DPP. Jadi kalau orang luar tiba-tiba mau nyalon, sementara tidak pernah jadi pengurus ya ndak bisa. Kecuali DPP menentukan lain itu, ada semacam diskresi.  Tapi kita harapkan semua kandidat itu muncul, boleh saja orang luar, itu artinya Golkar banyak dilirik orang. Tapi yang jelas bunyi persyaratan Golkar seperti itu, pernah jadi pengurus,” jelas Isvie.

Terkait rumor yang beredar di internal Golkar bahwa Suhaili FT juga bakal kembali mencalonkan diri untuk periode keduanya — sedangkan dalam sejarahnya, belum pernah ada Ketua DPD I Golkar NTB yang menjabat dua periode berturut-turut – ia mengatakan Golkar tidak secara tegas mengatur tentang pembatasan masa jabatan. “Jadi tergantung Musdanya, kalau dia (Suhaili) disenangi sama anggota, bisa jadi terpilih kembali, jadi tergantung yang punya hak suara,” tegas Isvie.

Ia mengungkapkan semasa kepemimpinan Suhaili, Golkar masih tetap berkibar sebagai partai terbesar di NTB. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan Golkar yang tetap bisa mempertahankan kemenangannya di sejumlah perhelatan politik, baik Pilkada maupun Pileg.

“Saya rasa kepemimpinan pak Suhaili cukup bagus, artinya Golkar berhasil mengusung kadernya menjadi kepala daerah di beberapa tempat seperti Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Bima misalnya. Pada pemilu 2019 kemarin, Golkar juga masih jadi pemenang, jadi tergantung Musda nanti seperti apa, kita lihat perkembangan,” tandasnya.

“Kalau saya melihat, peluang pak Suhaili itu sangat besar. Beliau (Suhaili) itu sosok yang komunikatif, tidak formal dan menyerahkan sepenuhnya roda organisasi partai pada jajarannya. Sehingga, sangat cocok jika Pak Suhaili dicalonkan kembali untuk kali kedua,” sambung Isvie Rupaedah.RUL.

Leave A Reply