Ahsanul Mundur, Mohan Tak Punya Pasangan, Sinyal PPP Mengarah ke Makmur-Ahda di Pilwali Mataram 2020

2 min read

MATARAM, DS – Peluang paket bakal calon walikota Mataram H Makmur Said dan bakal calon wakil walikota Mataram Badrutamam Ahda untuk maju berpasangan di Pilkada Kota Mataram 2020, menuai sinyal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari enam figur yang mengikuti tahapan pendaftaran hingga penyampaian visi dan misi yang dilakukan partai berlambang Ka”bah tersebut, hanya keduanya yang sudah memastikan berpasangan.

“Jadi, peluang paket Makmur-Ahda untuk diusung PPP sangat tinggi daripada kandidat lainnya,” ujar Sekretaris DPW PPP NTB, H. Muzihir menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/1).

Menurut Wakil Ketua DPRD NTB, partainya memiliki aturan jika figur yang akan diajukan ke DPP adalah mereka yang berpasangan. Kata Muzihir, kendati petahana Wawali Mataram H. Mohan Roliskana mengikuti tahapan pendaftaran hingga penyampaian visi dan misi bersama figur lainnya seperti Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, H. Irzani dan H. Baihaqi, hingga penyampaian visi dan misi, mereka tidak jelas dengan siapa berpasangan.

“Kalau Makmur-Ahda justru telah sepakat berpasangan sejak awal pendaftaran. Mereka juga mengklaim telah melakukan lobi dengan Partai Gerindra, PKB dan Hanura. Jadi, inilah yang membuat paket Ahda-Makmur terdepan dari figur lainnya,” kata Muzihir.

Namun, kendati Makmur-Ahda memiliki kans paling besar, pihaknya memberi tugas pada keduanya untuk bisa menghadirkan para pimpinan parpol yang diklaim itu untuk bisa duduk bersama serta melakukan pertemuan secara formal bersama partainya.

“Kami sudah minta pak Makmur dan Ahda membuat surat pernyataan bersama diatas materai 6000 untuk kita tandatangani bersama. Tapi, mereka minta waktu. Sehingga, itu yang juga kita tunggu,” ucap Muzihir.

Terkait figur Ahsanul Khalik, Muzihir mengemukakan pascamenyampaikan visi dan misi, Kepala BPBD NTB itu justru membuat surat secara tertulis jika dirinya mundur dari persaingan dan tahapan memperoleh kendaraan PPP dalam pilkada Mataram 2020 kali ini.

“Saya enggak tahu apa alasannya. Bisa jadi, beliau (Ahsanul) enggak siap mundur dari ASN Pemprov NTB atau bisa jadi enggak dapat restu dari pak Gubernur sebagai atasannya,” tandas Muzihir. RUL.

Tinggalkan Balasan