Berbagi Berita Merangkai Cerita

Adu Kuat, Tim Pemenangan Joda-Akbar dengan NaDi Mulai Menghangat

74

KLU, DS-Pertarungan dua tokoh politik yang ditunjuk dua pasangan calon Najmul-Suardi (NaDi) dan Djohan-Danny (Joda-Akbar) masing-masing Raden Nuna Abriadi dan Fajar Martha menjadi isu hangat kontestasi politik Pemilukada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua Tim Koalisi pemenangan Joda-Akbar, Raden Nuna Abriadi mengklaim optimis menang di Kecamatan Tanjung. Ketua Tim Koalisi Partai Pemenangan NaDi pun mengklaim memilki modal besarmenang di kecamatan yang sama 9 Desember 2020 nanti.

H. Djohan Sjamsu  diklaim Raden Nuna memilki histori dan pemilih militan yang masih besar. “Kecamatan Tanjung kami tidak khawatirkan karena calon kami punya histori tersendiri dengan masyarakat militannya. Ditambah lagi dengan partai koalisi PDIP, Gerindera, PKS dan PKB dengan masa Nahdiyin nya,” ungkap Raden Nuna, Kamis (10/9).

Ketua tim koalisi partai pemenangan Joda Akbar tersebut mengemukakan fokus perjuangan sedang dilakukan di Kecamatan Bayan dan sekarang ini sudah membuahkan hasil.

Di Kecamatan Tanjung sendiri, menurut Raden Nuna, kompetitor yang ditunjuk oleh NaDi cukup berpengalaman disamping memiliki ketokohan. Namun bagi dia, itu tidak masalah. Justru dirinya sangat mengapreasiasi ditunjuknya mantan Ketua KPUD Lombok Utara 2015 lalu sebagai ketua kualisi parpol di paket NaDi. Hal itu diakuinya akan menambah kompetisi menghangat.

“Dan bagi kami PDIP sangat senang dengan kompetisi bahkan akan menjadi sangat jengah jika melihat lawan itu memiliki kompetitor yang bagus. Sebaliknya, kami tidak bersengat nantinya ketika tidak ada kompetitor yang dianggap kuat,” ungkapnya. “Ada tantangan tersendiri ketika dipasangnya Fajar Martha untuk menandingi kekuatan kualisi Joda Akbar,”sambungnya.

Ia menilai ketokohan, pengaruh dan suara partai yang linier dengan suara pemilih, tidak bisa dilepas. Kata dia, PDIP, Gerindera dan PKS memiliki basis massa yang selalu linier dengan keputusan partai yang diambil. Secara nasional partai koalisi yang ada di Joda-Akbar partai yang memilki adat kepatutan dan loyal terhadap keputusan yang sudah ditetapkan.

“Intinya walaupun ketua tim koalisi yang ditunjuk NaDi adalah salah satu tokoh berpengalaman di politik, akan menjadi energi tambahan di kami untuk lebih bersemangat lagi,” pungkas anggota DPRD Provinsi NTB tersebut seraya mengaku sedang memperebutkan rumah yang sama pada kompetisi sekarang ini di Kecamatan Tanjung.

“Kalau dihitung secara persoalitinya itu kita tinggal menghitung persentase jumlah suara yang diperoleh di Pileg lalu. Tetapi sebaliknya jika melihat pada calon yang ditampilkan seberapa besar keterikatan secara emosional masyarakat dengan calon yang ditampilkan. Saya sangat meyakini keputusan yang PDIP ambil itu sangat relevan dengan kehendak masyarakat di lingkungan emosional itu sendiri,” urainya.

Fajar Martha

Sementara itu, Ketua Tim Koalisi Partai Pemenangan NaDi, Fajar Martha, yang dikonfirmasi melalui telepon menegaskan target NaDi tetap menang di Kecamatan Tanjung. Pasalnya, pasangan Najmul adalah putra asli Kecamatan Tanjung.

“Kaitan dengan strategi bagaimana cara memenangkan NaDi di Tanjung menjadi rahasia kami. Yang jelas, nanti akan kami buktikan NaDi akan menang di Tanjung pada 9 Desember,” ungkapnya.

Dia mengaku optimis dengan kemenangan NaDi sama seperti saat menjadi ketua tim pemenangan periode pertama 2010 lalu. “Intinya, saya akan buktikan di 9 Desember nanti bahwa di Tanjung NaDi akan menang di tujuh desa,” tandasnya.man

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.