Berbagi Berita Merangkai Cerita

ADBMI Prihatin Kondisi PMI Terdampak Pandemi di Negara Penempatan

8
Roma Hidayat

SELONG, DS – Pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih berada di lokasi penempatan. Dampak tersebut timbul karena ditiadakan pekerjaan oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Advokasi Buruh Migran (ADBMI), Roma Hidayat, saat menggelar media gathering Senin (24/08/2020), dengan mengangkat tema Peran Pemerintah Daerah Dalam Perlindungan PMI dan Keluarganya di Masa Pandemi.

“Situasi yang kita hadapi disini jauh lebih baik dari situasi yang dihadapi oleh PMI di negara penempatan,” ujar Roma.

Situasi tersebut terjadi lantaran tidak adanya bantuan yang didistribusikan kepada PMI selama pemberlakuan lockdown di negara penempatan masing-masing. Terlebih bagi PMI yang bekerja dengan sistem pembayaran harian.

“Seperti di Malaysia. Saya sering menerima chat, mereka tidak makan. Karena tidak ada pemasukan, jadi tidak punya uang. Banyak di antara mereka yang harus puasa panjang. Selama mereka di sana, siapa yang akan berikan bantuan,” bebernya.

Namun ironisnya, dalam kondisi seperti itu, masih ada saja pengiriman pekerja migran le luar negeri. Hal ini pun sangat disayangkan oleh aktivis yang konsen pada penanganan permasalahan PMI tersebut.

Fakta ini terungkap saat diketahui adanya sembilan PMI yang dipulangkan dari negara penempatan karena masuk di masa pandemi. Bahkan, tujuh diantara sembilan PMI tersebut merupakan warga Lombok Timur.

“Tapi itu bukan satu-satunya kasus. Itu hanya satu kasus yang terekam oleh media. Ini hanya fenomena gunung es yang hanya bisa kita lihat permukaannya saja,” ujarnya

Ia pun menilai, motivasi PMI untuk berangkat ke luar negeri bukanlah motif ekonomi. Namun, hanyalah motif kebutuhan gaya hidup semata. Sementara untuk kebutuhan rumah tangga, pemerintah telah menggelontorkan bantuan terdampak covid, yang tak kurang jumlahnya.

“Kalau alasan ekonomi, tidak terlalu signifikan menurut saya. Terutama kalau bicara kedaruratan kebutuhan rumah tangga. Yang kita lihat di Lombok Timur misalnya, satu keluarga bisa mendapat tiga bantuan,” ucapnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.