Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ada Positif Covid-19, Bupati Lombok Utara Anjurkan Masyarakat Lebih Berhati-hati

0 18

Pemenang, DS – Untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19), berbagai langkah dan kebijakan yang ditempuh Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) seperti yang dilakukan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar SH MH. Bupati Didampingi Kadis Kominfo H. Muhammad, S. Pd, Kadis Kesehatan dr. Lalu Bahrudin, Direktur RSUD dr. H. Syamsul Hidayat menerima kunjungan relawan Covid-19 di Pendopo kediamannya, Minggu (12/4/2020).

Bupati Najmul usai menerima kunjungan tersebuC\ menyampaikan kondisi penanganan Covid-19 di KLU menganjurkan masyarakat lebih berhati-hati menjaga diri, menjaga keluarga, sehingga penyebaran virus ini tidak sama dengan daerah lain.

“Adanya satu pasien terkonfirmasi positif, maka tentu saja masyarakat harus lebih berhati-hati. Saya berharap kita selalu berpikir dan bertindak profesional terhadap adanya satu warga kita yang positif, bahwa kondisi yang bersangkutan sampai saat ini, Insya Allah baik,” tuturnya.

Dalam menyikapi hal ini, Bupati Najmul berpesan agar bijak dengan tidak melakukan generalisasi bahwa seluruh masyarakat di desa itu kondisinya sama sehingga cenderung dikucilkan.

“Kita tidak boleh generalisasi saudara kita yang sakit, pasien sudah ditangani dengan baik, sedangkan yang tidak sakit atau masih sehat, saya harapkan jangan sampai melakukan penolakan terhadap saudara-saudara kita,” pesan orang nomor satu di gumi tioq tata tunaq itu.

Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi penyebaran Covid-19. Apa yang menjadi imbauan, kata dia, perlu betul-betul ditaati untuk memutus rantai penyebaran sehingga Covid-19.

“Kami dari tim medis sudah siap, walaupun APD masih kurang dan terus berupaya melengkapinya, agar petugas dapat memberikan layanan medis maksimal kepada pasien terkait Covid-19.

Usai diterima Bupati Najmul, Relawan Covid-19 Provinsi NTB, Erwin Pandi, kepada tim liputan Humaspro mengatakan, setelah keliling KLU pihaknya menilai masyarakat patuh dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

“Pada tiap tempat yang didatangi sudah tersedia sabun untuk cuci tangan, sudah dipasang portal-portal. Termasuk siapapun yang melewati tempat itu diminta untuk mencuci tangan, sebelum masuk wilayah itu,” jelasnya.

Di KLU ada satu orang yang positif. Ada pula PDP yang masih dirawat dan sudah pulang. Kedepannya, perlu sinkronisasi program antara Pemda Lombok Utara dengan Provinsi NTB supaya tidak terjadi miskomunikasi penanganan. Pada akhir wawancara, dijelaskannya informasi tentang kepulangan TKI harus dipantau supaya tidak kecolongan. Bersama mencegah mewabahnya Covid-19. (api)

Leave A Reply