Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 12 Mar 2019 19:41 WITA ·

Ada Industri Penyulingan Cengkeh di NTB


					Gubernur NTB ketika menghadiri peresmian industri penyulingan cengkeh di Banyumulek Perbesar

Gubernur NTB ketika menghadiri peresmian industri penyulingan cengkeh di Banyumulek

MATARAM,DS-Visi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB,  Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalillah menghadirkan industri pengolahan di daerah ini mulai terlihat. Baru enam bulan memimpin NTB,  Gubernur langsung meresmikan sebuah industri penyulingan cengkeh, yang berlokasi Banyumulek,  Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (12/03/2019).

Gubernur menyambut baik hadirnya industri pengolahan hasil pertanian tersebut. Sebab, hadirnya industri tersebut  selaras dengan visi baru Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini. “Persoalan kita saat ini adalah pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu.

Untuk mengatasi kedua persoalan itu, kata Doktor Zul, adalah dengan membangun industri pengolahan sebanyak-banyaknya. Sehingga bahan baku hasil pertanian itu bisa diolah menjadi bahan siap pakai yang memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding sebelum diolah. Hadirnya industri itu akan menyerap banyak tenaga kerja yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah kerja, maka akan ada gaji tetap. Sehingga ada jaminan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,” tegas pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu.

Gubernur juga yakin,  dengan hadirnya industri maka produktifitas pertanian NTB akan meningkat. Begitu juga dengan produksi bidang-bidang lain, seperti perikanan, kelautan dan peternakan.

“Tugas selanjutnya adalah undang masyarakat untuk belajar merakit mesin ini.  Bikinkan replikanya,  dan serahkan kepada setiap desa di Lombok Utara,” ungkap Gubernur di hadapan karyawan dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Ketua JP Institut, Ainurrahman,  ST., yang menginisiasi industri tersebut menjelaskan keberadaan industri itu merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan NTB Gemilang. Termasuk proses recovery daerah setelah musibah gempa bumi tahun lalu.

“Program Zero Waste itu selaras dengan industri ini.  Sebab,  kami memanfaatkan  limbah dari cengkeh untuk proses pembuatannya,” jelasnya.

Ia juga melaporkan proses penyulingan minyak cengkeh ini membutuhkan satu ton bahan baku dalam satiap produksinya. Dalam sehari,  pihaknya bisa memproduksi dua kali.  Sehingga bahan baku yang dibutuhkan setiap harinya sekitar dua ton.

“Dana yang dikeluarkan setiap kilonya adalah 1.500 rupiah. Sehingga dalam sebulan sekitar 78 juta untuk bahan baku,” jelasnya seraya menambahkan minyak cengkeh yang dihasilkan bisa mencapai 30 sampai 35 kg setiap produksi yang semuanya dipasarkan ke luar daerah. hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Temui Delapan Tim HBK Peduli di Pulau Lombok, HBK Ingin Program Membantu Rakyat Terus Dilakukan

5 Mei 2022 - 13:52 WITA

Kebakaran Renda, Gubernut NTB Perintahkan Salurkan Bantunan

2 Mei 2022 - 00:10 WITA

Trending di Ekonomi