Berbagi Berita Merangkai Cerita

4 Komisioner Kabupaten Pengganti Antar Waktu Dilantik Ketua KPU NTB

0 17

MATARAM, DS – Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori SP melantik empat orang anggota KPU kabupaten pengganti antar waktu empat pada Sabtu (21/7) sore.  Pelantikan empat orang komisioner itu, lantaran mengisi kekosongan. Sebab, dua orang anggota KPU kabupaten. Yakni, Suhardi SIP MH (mantan KPU Lobar) dan Dr. Yuyun Nurul Azmi (mantan KPU Sumbawa) dinyatakan telah lulus seleksi menjadi anggota tambahan Bawaslu provinsi NTB.

Sedangkan, dua komisioner lainnya menggantikan dua orang Ketua KPU di KSB dan KLU yang telah mengundurkan diri, lantaran menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019.

Ketua KPU NTB menyatakan, Mashur, ST MM akan menggantikan Suhardi SIP MH sebagai komisioner KPU Lobar. Sementara, Yadi Hartono, SP MSi akan menggantikan Dr. Yuyun Nurul Azmi sebagai komisioner KPU Sumbawa.

“Untuk, Deny Wan Putra, SE kita lantik menjadi komisioner KPU KSB menggantikan Khaeruddin yang mengundurkan diri. Kondisi ini, juga kita lakukan pada Khairil Anwar SPd di KPU KLU yang menggantikan Fajar Marta yang juga mengundurkan diri,” ujar Aksar menjawab wartawan usai pelantikan empat komisioner KPU kabupaten itu.

Menurutnya, pelantikan pengisian empat komisioner itu mendesak dilakukan. Sebab, di berbagai daerah yang menggelar Pilkada Serentak tahun 2018. Salah satunya, di Kabupaten Lobar masih ada tahapan Pilkada bupati dan wakil bupati. Yakni, rapat pleno penetapan pasangan bupati dan wakil bupati Lobar terpilih pada 24-25 Juli ini. “Sehingga, diperlukan kelengkapan komisionernya,” kata Aksar.

Diakuinya, untuk kabupaten/kota lainnya di NTB akan digelar tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 pada tanggal 22- 31 Juli yang merupakan masa perbaikan dari persyaratan dokumen calon anggota DPRD di masing-masing tingkatannya.

“Setelah itu, akan ada penetapan daftar calon sementara (DCS) hingga penetapan DCT dilanjutkan penetapan daftar pemilih sementara . Dan berlanjut pada pada Agustus 2019 akan menjadi tahapan pemilu 2019, maka dari itu banyaknya agenda ini memerlukan pengisian komisioner KPU itu,” jelas Aksar.

Terkait dua orang anggota KPU yang dilantik menjadi anggota Bawaslu NTB.  Menurut Aksar, hal itu menjadi sebuah bukti jika KPU merupakan laboratorium pengembangan sumber daya manusia untuk menjadi ahli Pemilu.

Sebab, para lulusannya dirasa mampu untuk mengukur sejauh mana integritas dan trust terkait penyelenggaran pemilunya.  “Kita berharap meskipun, kinerjanya hanya tujuh bulan bekerja tapi jadikan itu berkah juga paket bonus, karena tujuh bulan itu bukan 13 artinya. Karena yang utama, bonus ini menjadi modal awal untuk menjadi anggota KPU kabupaten di periode selanjutnya,” tandas Lalu Aksar Anshori. RUL.

Leave A Reply