Menu

Mode Gelap

Perempuan dan Anak · 25 Feb 2021 16:12 WITA ·

4 IRT Loteng Trauma Jalani Persidangan, Pemprov Beri Pendampingan Pulihkan Mental


					4 IRT Loteng Trauma Jalani Persidangan, Pemprov Beri Pendampingan Pulihkan Mental Perbesar

FOTO. Kepala DP3AP2KB NTB bersama Tim Psikolog dari Universitas Mataram saat menemui 4 IRT terdakwa pada kasus perusakan pabrik tembakau di Lombok Tengah. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Tim Pemprov melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB mendatangi rumah empat ibu rumah tangga yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan perusakan pabrik tembakau di Lombok Tengah.

Kedatangan Tim Pemprov yang dipimpin langsung Kepala DP3AP2KB NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin, guna memberikan konseling traumatik untuk memulihkan mental para ibu-ibu tersebut.

“Kami datang ini adalah murni bentuk perhatian Pemprov NTB. Yakni, ibu Wakil Gubernur NTB. Memang beliau enggak datang, tapi saya dan tim diperintah kemari (Desa Wajegeseng) karena sebelumnya sudah ada Pak Gubernur yang tampil betul-betul membela warganya,” ujar Husnanidiaty pada wartawan, Kamis (25/2).

Menurut dia, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, sangat memahami posisi empat ibu rumah tangga itu adalah perempuan desa yang lugu. Tentu bisa dibayangkan kondisi mental mereka ketika sudah berurusan dengan aparat penegak hukum.

Mereka pasti mengalami trauma karena sudah menjalani penahanan di penjara yang berbeda, yakni penitipan oleh jaksa di sel tahanan Polsek Praya Tengah dan di Rumah Tahanan Praya.

“Penahanan di dalam penjara itu membuat mereka harus menangis setiap hari. Ini bisa kami rasakan secara langsung,” tegas Husnanidiaty.

Oleh sebab itu, DP3AP2KB NTB datang langsung ke rumah empat ibu rumah tangga itu untuk memberikan konseling traumatik. Tindakan itu dilakukan bersama dengan dua psikolog dari Universitas Mataram yang memang sudah menjalin kerja sama.

Terlihat, dua orang konselor tersebut secara tertutup berbicara langsung dengan para terdakwa terkait dengan kondisinya dan memetakan permasalahan untuk kemudian diberikan jalan keluarnya.

“Jadi, DP3AP2KB NTB selaku pembantu gubenrur dan wakil gubernur diarahkan untuk memastikan kondisi mereka dan menyiapkan pendamping (konselor),” ungkapnya.

Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga NTB itu menyatakan, pendampingan yang dilakukan pihaknya, tentu tidak bisa satu kali, tapi dilakukan sampai kondisi mental mereka betul-betul pulih. Apalagi, para ibu-ibu ini akan masih harus berhadapan dengan sidang-sidang di Pengadilan Negeri Praya.

“Selama proses sidang, mereka perlu pendampingan. Saya melihat teman-teman pemerhati perempuan dan lembaga swadaya masyarakat serta teman-teman yang bergabung di pengacara sudah berhimpun untuk bersama-sama memberikan pendampingan,” tandas Husnanidiaty.

*Trauma

Terpisah, NR (38), salah seorang terdakwa mengaku sangat trauma karena sudah merasakan ruang penjara bersama anak balitanya.

“Tidak saya sangka-sangka, saya kira tindakan yang kami lakukan akan menjadi kebaikan ternyata tembus penjara,” kata NR sambil menitikkan air mata.

Ia menceritakan bagaimana rasanya berada di dalam ruang tahanan Polsek Praya Tengah bersama tiga rekannya serta tiga orang anak balita.

NH menjalani masa penitipan tahanan oleh Kejaksaan Negeri Praya di sel tahanan Polsek Praya Tengah selama dua hari. Setelah itu dipindah ke Rumah Tahanan Praya, menjelang persidangan di pengadilan.

Di dalam ruang tahanan polisi berukuran relatif kecil tersebut, NH mengaku sangat tersiksa dan tidak bisa tidur semalaman karena mengurus anak balitanya yang sering menangis. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bunda Niken Apresiasi Komunitas Senyum Puan

16 Juli 2022 - 17:20 WITA

Regulasi Lengkap namun Kekerasan terhadap Anak Tetap Mencuat, Ini Solusi Rachmat Hidayat

4 Juli 2022 - 17:18 WITA

Temu Anak Tingkat Provinsi, Wagub NTB Ajak Remaja Ramaikan Posyandu Keluarga

29 Juni 2022 - 16:12 WITA

LP Mataram Gelar Layanan Video Call Sehari Bersama Anak

20 Juni 2022 - 15:25 WITA

Sambangi MenteriPPPA, Wagub Ingin Tekan Kasus Perkawinan Anak

16 Juni 2022 - 06:30 WITA

Masa Remaja Paling Indah, Persiapkan Masa Depan dengan Tidak Menikah Dini

14 Juni 2022 - 16:05 WITA

Trending di Perempuan dan Anak